Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Abdul Malik kuasa hukum EDS (26) korban dugaan pemerkosaan meminta penyidik Polrestabes Surabaya segera menahan terlapor yaitu PS (46) yang merupakan Ketua Umum Lawyer And Legal.

Selain melakukan penahanan, Abdul Malik juga menyarankan penyidik menyegel kantor LBH Korak milik PS di Jl Kampung Malang Tengah, Surabaya. Hal itu dimaksudkan agar terlapor tidak membersihkan ruang kerjanya yang diduga menjadi tempat melakukan tindakan pemerkosaan.

“Polisi wajib menahan pelaku dan menyegel kantornya dengan memasang police line, agar tidak dibersihkan (barang bukti) terlebih dahulu,” ujar Malik melalui telepon di Surabaya, Minggu (16/06/2019).

Menurut Malik, perlu dilakukan penyegelan kantor LBH milik PS, sebab saat ini polisi belum melakukan olah tempat kejadian perkara (olah TKP). “(Perlu disegel) karena sampai saat ini belum dilakukan olah TKP,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Selasa (28/06/2019) lalu seorang perempuan berinisial EDS melaporkan PS ke Polrestabes Surabaya.

EDS yang merupakan staf di kantor LBH Korak milik PS itu mengaku dirinya telah menjadi korban perkosaan pada Minggu 26 Mei 2019 di tempat kerjanya.@rofik

CAPTION: Abdul Malik (kiri) saat mendampingi EDS (pakai penutup wajah) korban pemerkosaan memberi keterangan pers di Kantor Hukum IPHI Jl Prambanan, Surabaya, Selasa (28/06/2019). FOTO: rofik-LICOM