Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: PS Ketua Lawyer and Legal selaku terlapor dugaan pemerkosaan meminta Abdul Malik kuasa hukum EDS tidak mengintimidasi penyidik kepolisian, sebab karena hingga saat ini dirinya selaku terlapor belum dimintai keterangan.

Pernyataan ini disampaikan PS karena Abdul Malik mendesak penyidik Polrestabes Surabaya untuk melakukan penahanan.

“Bagaimana penyidik harus melakukan penahanan, saya masih sebagai terlapor. Sementara kasus ini masih dalam tingkat penyidikan, dan saya belum diperiksa,” terangnya saat menghubungi lensaindonesia.com, Minggu siang (16/05/2019).

PS juga meminta Abdul Malik sebagai advokad senior bekerja dengan mengedepankan proses hukum, bukan karena dendam.

“Jangan karena dendam, lalu melakukan rekasaya. Mari kita buktikan siapa yang benar dan siapa yang salah,” ujarnya.

Pendiri LBH Korak ini juga meminta kepada penyidik, agar melakukan sidik jari terhadap barang bukti (celana dalam dan BH) pelapor serta melakukan test DNA terhadap sperma.

“Saya meminta penyidik agar melakukan pemeriksaan sidik jari pada BH atau celana dalam yang robek dan test DNA pada sperma,” pungkas pria 46 tahun ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Selasa (28/06/2019) lalu seorang perempuan berinisial EDS melaporkan PS ke Polrestabes Surabaya.

EDS yang merupakan staf di kantor LBH Korak milik PS itu mengaku dirinya telah menjadi korban perkosaan pada Minggu 26 Mei 2019 di tempat kerjanya.@rofik

EDS (pakai penutup wajah) korban dugaan pemerkosaan saat memberi keterangan pers di Kantor Hukum IPHI Jl Prambanan, Surabaya, Selasa (28/06/2019). FOTO: rofik-LICOM