Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Penuhi panggilan polisi, mantan Kapolda Metro Jaya mengaku tak tahu soal makar
Mantan Kapolda Metro Jaya Sofyan Jacob. FOTO: Istimewa
HEADLINE DEMOKRASI

Penuhi panggilan polisi, mantan Kapolda Metro Jaya mengaku tak tahu soal makar 

LENSAINDONESIA.COM: Mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol (Purn) Mochammad Sofyan Jacob akhirnya memenuhi panggilan polisi, Senin siang (17/06/2019). Ia diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan makar.

Sofyan Jacob yang mengenakan kemeja putih tiba di Mapolda Metro Jaya sekitar pukul pukul 10.17 WIB. Pria yang pernah menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya pada tahun 2001 itu datang dengan didampingi sejumlah kuasa hukumnya.

Sebelum masuk ke ruang penyidik, Sofyan Jacob sempat menyampikan komentar kepada wartawan.

“Saya enggak tahu apa salah saya. Jadi saya akan datang sebagai purnawirawan Polri yang taat pada hukum. Jadi saya akan penuhi panggilan-panggilan ini. Terima kasih,” singkatnya.

Sofyan Jacob baru menghadiri panggilan ke tiga dari penyidik Polda Metro Jaya. Pada dua panggilan sebelumnya ia tidak bisa hadir karena alasan sakit.

Diketahui, Sofyan Jacob ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar pada Rabu, 29 Mei 2019. Penetapan itu dilakukan setelah memeriksa 20 saksi lebih, termasuk saksi ahli. Sofyan menjadi satu dari puluhan saksi yang telah diperiksa.

Dari hasil pemeriksaan dan gelar perkara, Sofyan diduga kuat terlibat pemufakatan makar. Salah satunya, dalam kegiatan di Kertanegara (markas tim pasangan calon presipen-wakil presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno), Jakarta Selatan, Sofyan Jacob menyampaikan atau menyebarkan kabar hoax terkait pemerintah curang.

Sofyan disangka melanggar Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana. Dia diduga melakukan kejahatan terhadap keamanan negara atau makar, menyiarkan suatu berita yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat, atau menyiarkan kabar yang tidak pasti.@LI-13

Baca Juga:  BNPT: Mahasiwa PKN STAN harus punya nasionalisme tinggi hadapi serangan ideologi lain

CAPTION: Mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol (Purn) Mochammad Sofyan Jacob. FOTO: istimewa