Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya menggelar pra rekonstruksi kasus dugaan pemerkosaan dilakukan oleh Ketua Umum Lawyer and Legal bernisial PS terhadap EDS (22) seorang staf Lembaga Bantuan Hukum (LBH).

Pra rekonstruksi yang berlangsung tertutup ini dilakukan di kantor LBH Korak milik PS di Jl Kampung Malang Tengah Surabaya pada Senin siang (17/06/2019).

Hadir dalam pra rekonstruksi diantaranya, koban EDS, orang tua korban, kuasa hukum korban dan PS (terduga), tiga orang penyidik PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, Panit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Harun serta seorang anggota Inafis Polrestabes Surabaya.

Kuasa hukum EDS, Hopoldes Firman mengungkapkan, pada pra rekonstruksi tersebut, polisi memperagakan 17 adegan, mulai dari korban sedang malakukan foto kopi berkas, mandi, hingga rekonstruksi tindakan pencabulan.

Dalam satu adegan, kata Hopoldes Firman, diperagakan terduga pelaku memelorot celana korban hingga turun sampai ke lutut.

Namun oleh terlapor dibantah bukan sampai dibawah lutut tapi hanya separuhnya (diatas lutut),” terang Hopoldes Firman.

“Artinya disini secara tidak langsung, pelaku sudah mengakui perbuatan amoral yang dilakukan kepada klien kami,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Selasa (28/06/2019) lalu seorang perempuan berinisial EDS melaporkan PS ke Polrestabes Surabaya.

EDS yang merupakan staf di kantor LBH Korak milik PS itu mengaku dirinya telah menjadi korban perkosaan pada Minggu 26 Mei 2019 di tempat kerjanya.@rofik