Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Pra rekonstruksi kasus dugaan pemerkosaan staf LBH, PS disebut akui pelorot celana korban
Ketua Umum Lawyer and Legal bernisial PS di kantor LBH Korak milik PS di Jl Kampung Malang Tengah, Surabaya usai gelar pra rekonstruksi kasus dugaan pemerkosaan, Senin siang (17/06/2019). FOTO: rofik-LICOM
HEADLINE DEMOKRASI

Pra rekonstruksi kasus dugaan pemerkosaan staf LBH, PS disebut akui pelorot celana korban 

LENSAINDONESIA.COM: Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya menggelar pra rekonstruksi kasus dugaan pemerkosaan dilakukan oleh Ketua Umum Lawyer and Legal bernisial PS terhadap EDS (22) seorang staf Lembaga Bantuan Hukum (LBH).

Pra rekonstruksi yang berlangsung tertutup ini dilakukan di kantor LBH Korak milik PS di Jl Kampung Malang Tengah Surabaya pada Senin siang (17/06/2019).

Kuasa hukum EDS, Hopoldes Firman mengungkapkan, pada pra rekonstruksi tersebut, polisi memperagakan 17 adegan, mulai dari korban sedang malakukan foto kopi berkas, mandi, hingga rekonstruksi tindakan pencabulan.

Dalam satu adegan, kata Hopoldes Firman, diperagakan terduga pelaku memelorot celana korban hingga turun sampai ke lutut.

Namun oleh terlapor dibantah bukan sampai di bawah lutut tapi hanya separuhnya (di atas lutut),” terang Hopoldes Firman.

“Artinya disini secara tidak langsung, pelaku sudah mengakui perbuatan amoral yang dilakukan kepada klien kami,” sebutnya.

Hal senada juga diungkapkan Abdul Malik yang juga kuasa hukum korban. Menurutnya, bantahan pelaku yang menyatakan melepas celana korban hingga diatas luntut, sudah membuktikan tindakan asusila.

“Ini sudah menjadi pengakuan yang diucapkan langsung si pelaku. Oleh karena itu, kami meminta penyidik bersikap tegas dan melakukan penahanan,” tegasnya.

Disinggung dimintanya penahanan terhadap terlapor yang belum diperiksa oleh penyidik, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jawa Timur ini menjelaskan, bahwa bahwa kasus tersebut merupakan kasus amoral (pemerkosaan) yang ancaman hukumannya diatas 5 tahun penjara.

“Pelaku merupakan praktisi hukum yang seharusnya tunduk dan taat pada hukum. Dia bukan hanya sekedar advokat dan lawyer, tapi ketua umum dari perkumpulan Lawyer and Legal yang mempunyai organ dan membawahi para advokat,” katanya.

“Yang perlu diingat, yang disangkakan adalah pemerkosaan sebagai maana diatur dalam pasal 285 KUHP dan ancaman hukumannya diatas 5 tahun,” pungkas Malik.

Baca Juga:  Bos Plaza Marina 'petingkrangan' saat sidang dugaan penipuan emas, praktisi hukum: Tidak sopan itu

Sementara PS saat dikonfirmasi membantah telah memelorot celana korban.

“Saat pra rekontruksi tadi tidak ada saya membantah celana pelapor turun sampai diatas lutut, karena disana tidak ada tanya jawab,” ujarnya.

“Tadi itu pra rekonstruksi pelapor, jadi tidak ada tanya jawab. Yang ada tadi penyidik malah melakukan pengulangan dengan pembenaran sendiri, sehingga saya protes agar yang dimasukan keterangan pelapor,” tambah PS.

Pemilik LBH Korak ini membantah laporan pelapor atas dugaan pemerkosaan yang dituduhkan pada dirinya pada Minggu (26/05/2019) lalu yang dilakukan sekitar pukul 16.00 WIB.

Sebab, kata PS, orang tua pelapor pukul 16.00 WIB sudah tiba dikantornya untuk menjemput anaknya. Meski begitu, bantahan PS ini tidak sesuai dengan pra rekonstruksi adegan ke-17. Karena pada pukul 17.16 WIB korban yang disuruh PS membeli obat anti hamil di apotik yang tidak jauh dari kantor LBH Korak.

“Kalau pastinya jam berapa, saya tidak tahu karena saya ada di dalam kantor meneruskan pekerjaan membuat pledoi,” pungkasnya.

Hadir dalam pra rekonstruksi diantaranya, koban EDS, orang tua korban, kuasa hukum korban dan PS (terduga), tiga orang penyidik PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, Panit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Harun serta seorang anggota Inafis Polrestabes Surabaya.@rofik