Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Ada isu aksi massa, MK tetap gelar sidang putusan sengketa hasil Pilpres 2019 sesuai jadwal
Kawat berduri terpasang di depan Gedung Mahkamah Konstitusi Jl Medan Merdeka Barat Jakarta Pusat, menjelang sidang Pilpres, Jumat, (14/06/2019). FOTO: indopos
HEADLINE DEMOKRASI

Ada isu aksi massa, MK tetap gelar sidang putusan sengketa hasil Pilpres 2019 sesuai jadwal 

LENSAINDONESIA.COM: Polda Metro Jaya menanggapi informasi soal adanya rencana aksi massa saat Mahkamah Konstitusi memutus perkara sengketa hasil Pilpres 2019 pekan depan.

Salah satu kegiatan yang melibatkan massa jelang sidang putusan di MK tersebut ialah ‘Halal bi Halal Akbar 212’ yang disebut-sebut akan berlangsung pada 24-28 Juni 2019.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono menegaskan, bahwa aksi massa yang digelar di jalan protokol seperti di depan Gedung MK adalah melanggar Undang-Undang tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

“Bahwa aksi di jalan protokol depan MK oleh pihak mana pun, dilarang, karena melanggar UU Nomor 9 Tahun 98 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum, Pasal 6. Ini bisa mengganggu ketertiban umum dan hak orang lain,” ungkap Argo melalui pesan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (23/06/2019).

Dia mengatakan, pihaknya belajar dari insiden aksi massa di depan Kantor Bawaslu, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, 21-22 Mei lalu. Walaupun ketika itu disebut aksi superdamai, tetap saja ada perusuh yang membonceng di dalamnya.

“Silakan Halal Bihalal dilaksanakan ditempat yang lebih pantas, seperti di gedung atau di rumah masing-masing,” ucap Argo.

Dia juga menyampaikan kepada seluruh masyarakat untuk bersabar menunggu putusan sidang sengketa Pilpres 2019 oleh MK yang rencananya akan dibacakan pada 28 Juni nanti.

“Biarkan hakim MK bekerja tanpa tekanan. Karena semua persidangannya sudah di-cover banyak media secara langsung dan hasil keputusan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan YME,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua MK Anwar Usman menyatakan, pihaknya akan menggelar sidang putusan sengketa hasil Pilpres 2019 sesuai jadwal, yakni paling lambat 28 Juni 2019.

“Insya Allah, tunggu saja 28 Juni, paling lambat,” katanya saat menghadiri pemakaman putra Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali di TPU Karet Bivak, Jakarta, Sabtu (22/06/2019).

Baca Juga:  Wiranto diserang orang tak dikenal di Pandeglang

Anwar Usaman menyampaikan, bahwa sampai saat ini belum ada rapat pertimbangan putusan karena masih dalam tahap pemeriksaan persidangan.@LI-13

CAPTION: Kawat berduri terpasang di depan Gedung Mahkamah Konstitusi Jl Medan Merdeka Barat Jakarta Pusat, menjelang sidang Pilpres, Jumat, (14/06/2019). FOTO: indopos/TONI S