Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Kisah pemain Brasil Carlos Kaiser jadi pesepakbola gadungan di sejumlah klub elit
Pemain sepakbola gadungan asal Brasil Carlos Henrique Raposo alias Carlos Kaiser. FOTO: istimewa
HEADLINE SPORT

Kisah pemain Brasil Carlos Kaiser jadi pesepakbola gadungan di sejumlah klub elit 

LENSAINDONESIA.COM: Hoax ternyata tidak hanya berlaku di dunia politik, tetapi dunia sepakbola pernah dihebohkan oleh kebohongan pemain asal Brasil bernama Carlos Henrique Raposo alias Carlos Kaiser. Ya, selama 20 tahun pasca ‘karirnya’, pria kelahiran 1963 sukses ‘mengibuli’ sejumlah klub elit.

Kaiser sukses membangun image dirinya sebagai ‘penyerang hebat’ sehingga ia bisa dikontrak dikontrak klub-klub elite Brasil, seperti Bangu, Botafogo,Vasco Da Gama, Palmeiras, Flamengo, serta klub Prancis, Gazelec Ajaccio. Padahal sejatinya, Kaiser tidak memiliki skil bermain bola sedikit pun.

Lantas bagaimana skenario kebohongan pria wajah lumayan tampan itu bisa berjalan mulus sehingga ia bisa berkarir sebagai pesepakbola profesional?

Carlos Kaiser memulai kiprahnya sebagai penipu ulung di era 1980-an dengan menjalin persahabatan dengan bintang-bintang Brasil yang tengah menapaki puncak karir saat itu, sebut saja Romario, Bebeto, Edmundo, hingga Ricardo Rocha. Kepada mereka, Kaiser juga mengaku sebagai pemain bola di klub lokal.

Para pemain top Brasil itu sering ‘dijamu’ berpesta di berbagai tempat hiburan malam oleh Kaiser. Dengan cara itu, ia meminta para pemain bintang itu untuk merekomendasikannya agar dikontrak oleh klub-klub terkenal.

Untuk meyakinkan mereka, Kaiser menyatakan tidak butuh kontrak dengan durasi waktu yang panjang. Ia hanya menginginkan kontrak pendek selama 3 bulan sebagai trial di dalam klub dengan dalih untuk membuktikan kehebatannya.

Selain lobi yang meyakinkan, Kaiser juga memiliki perawakan atletis, sehingga siapa saja yang meilihatnya pasti percaya ia adalah olehragawan hebat.

Rencana Kaiser berjalan mulus. Ia mendapatkan kontrak di salah satu klub. Ia digaji, sama seperti pemain lainnya. Bedanya, ia tidak bermain dalam satu pun pertandingan.

Kaiser melakukan berbagai cara menipu pelatih dan seluruh staf. Saat latihan, ia pernah menyewa suporter bayaran yang bertugas untuk terus meneriakkan namanya sehingga pelatih menganggapnya sebagai pemain hebat yang sedang berlatih keras.

Baca Juga:  DPRD Jombang dorong Pemkab berinovasi meningkatkan PAD

Namun saat tiba waktunya bermain, ia selalu memiliki alasan untuk tidak ikut dalam pertandingan tersebut. Kaiser sengaja menghindari bermain di lapangan dalam sebuah pertandingan karena tidak ingin kebohonganya sebagai pesepakbola gadungan terbongkar.

Pernah dalam suatu pertandingan, ia terpaksa bermain. Namun karena tak ingin kebohongannya terbongkar karena tidak memiliki skill, ia sengaja menekel lawan hingga mendapat kartu marah setelah beberapa menit dimasukkan pelatih.

Lalu pada pertandingan lainnya, Kaiser juga tidak kehabisan akal agar dirinya tidak dimainkan. Saat itu, ia diminta melakukan pemanasan oleh pelatih karena akan dimasukkan sebagai pemain pengganti. Kaiser melakukan pemanasan sebelum masuk ke pertandingan memanfaatkan fanatisma suporter lawan yang meneriaki jalannya pertandingan. Kaiser yang berada di pinggil lapangan tiba-tiba melompat pagar pembatas dan menyerang suporter tersebut. Insiden itu membuatnya di kartu merah dan diusir dari lapangan.

Modus operandi ini terus dilakukan Kaiser dari klub satu ke yang lainnya. Mungkin, sulitnya penyebaran informasi dan belum canggihnya teknologi saat itu menjadi salah satu penyebab mengapa kebohongan Kaiser tidak terbongkar selama puluhan tahun.

Dalam salah satu wawancara, Carlos Kaiser pernah secara terbuka membongkar modus operandinya saat menipu. Ketika masa berlatih fisik selesai dan diminta berlatih dengan bola, Kaiser akan mengeluarkan jurus keduanya.

“Saya akan meminta pemain lain memberi saya umpan. Lalu, saya menendang bola itu jauh-jauh. Saat pemain itu kembali setelah mengambil bola, saya akan memegangi hamstring saya, pura-pura cedera,” ungkap Kaiser dalam program televisi Rede Globo, Esporte Espetacular, 2011 lalu.

Kala itu, tak ada pemeriksaan scan MRI atau pemeriksaan cedera dengan cara pemindaian. “Saya menghabiskan waktu selama 20 hari di meja perawatan bersama tim medis. Tak ada scanner MRI pada saat itu, jadi mau tak mau klub harus percaya kepada saya,” tambah Kaiser.

Baca Juga:  Besutan Telkomsel, by.U bidik 44 juta Gen Z di Indonesia

Kisah kebohongan Kaiser pun sampai dibuat film dokumenter berjudul ‘Kaiser: The Greatest Fooballer to Never Play Football’ yang dirilis tahun 2018.

Dalam film itu, Kaiser membeberkan skenario kebohongannya yang membuat ia menjadi pemain sepakbola profesional. Kaiser memiliki skill yang pas-pasan, namun ambisinya tetap ingin menjadi pesepakbola hebat yang terkenal. Jadilah ia menyusun tipu daya untuk mewujudkan mimpinya itu.@LI-13/bbs

CAPTION: Pemain sepakbola gadungan asal Brasil Carlos Henrique Raposo alias Carlos Kaiser. FOTO: istimewa