Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Sakit diare, balita 1,8 tahun tewas ditikam kakak angkat agar berhenti menangis
Arman, pelaku pembunuhan sadis terhadap balita 1,8 tahun
HEADLINE

Sakit diare, balita 1,8 tahun tewas ditikam kakak angkat agar berhenti menangis 

LENSAINDONESIA.COM: Polisi akhirnya mengungkap motif Arman (33), kakak angkat yang bertindak sangat sadis dengan menikam balita 1,8 tahun hingga tewas. Tindakan itu dilakukan tersangka di sebuah rumah kawasan perkebunan kelapa sawit, Kecamatan Empenang, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu, Iptu Siko Sesaria menjelaskan, dalam pemeriksaan Arman mengaku melakukan tindaknnya karena emosi sesaat. Dia kesal karena diserahi untuk merawat korban yang rewel terus akibat menderita sakit diare 2 hari terakhir. “Motifnya emosi sesaat. Pengakuan tersangka, dia sudah dua hari merawat korban yang sakit diare, namun orangtua korban dianggap kurang peduli,” terangnya, Selasa (25/6/2019).

Iptu Siko menambahkan, karena perutnya tak sehat, balita tak berdosa itu tak henti menangis saat diasuh tersangka. Sedangkan orangtuanya pergi bekerja ke perkebunan kelapa sawit.

Akibatnya, emosi Arman mendadak muncul dan tak terbendung. Dia langsung membaringkan korban di atas tikar di lantai dan mengambil pisau dapur lalu secara sadis menusukkan ke perut dan rahang korban. Balita malang itu tewas seketika dengan posisi pisau masih tertancap.

Usai melakukan aksinya, pemuda yang sudah 8 tahun numpang hidup di rumah orangtua korban ini bergegas pergi melarikan diri. Namun di tengah perjalanan, Arman sempat bertemu dengan tetangga dan bercerita adik angkatnya meninggal dunia.

Mendapat kabar itu, tetangga langsung menghubungi orangtua korban dan bergegas menuju rumah. Mereka shock melihat kondisi balita berdosa itu tewas mengenaskan dengan pisau yang masih tertancap.

Polisi yang mendapat laporan langsung melakukan pengejaran dan berhasil menangkap pelaku pada Kamis (20/6/2019). Atas perbuatannya, Arman dijerat pasal berlapis. Yakni Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara. @LI-15

Baca Juga:  Presiden panggil Kapolri agar secepatnya umumkan perkembangan kasus Novel