Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Pelindo III – PGN bangun terminal LNG di Teluk Lamong
EKONOMI & BISNIS

Pelindo III – PGN bangun terminal LNG di Teluk Lamong 

LENSAINDONESIA.COM: Pelindo III melalui anak usahanya, terminal LNG (Liquified Natural Gas) kerja bareng PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) membangun terminal LNG (liquified natural gas) di Terminal Teluk Lamong, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Edwin Hidayat Abdullah, Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN mengatakan, sinergi Pelindo III dan PGN kali ini merupakan kesepakatan sebelumnya antara Pelindo III Group dan Pertamina Group (sebagai induk perusahaan PGN) tengah gencar mengeksplorasi kerja sama di sektor logistik energi.

“Ini merupakan breakthrough (terobosan). Sinergi ini diharapkan adanya pasokan availabilitas dan reliabilitas atas pasokan energi (yang ke depannya) hingga ke timur Indonesia. Sehingga nantinya menuju kondisi pasokan gas yang sustain (memadai). Kerja sama ini tak hanya untuk BUMN, namun untuk semua, sebab lebih ramah lingkungan,” terangnya kepada awak media, Rabu (26/09/2019).

Sememtara itu, Doso Agung, Direktur Utama Pelindo III mengungkapkan, terminal LNG ini langkah untuk menopang kebutuhan gas di Jawa Timur, sebab akan mampu memasok hingga 30 MMSCFD.

“Langkah ini akan meningkatkan reliability (kehandalan) dan sustainability (keberlanjutan) pasokan gas ke para pelanggan seperti industri, ritel, dan kelistrikan,” tegas Doso.

Ia menambahkan, Pelindo III sebagai pengelola Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menyiapkan Terminal Teluk Lamong dan lini bisnis logistik energinya, PT PE Logistik, untuk membangun fasilitas terminal LNG. Setidaknya ini menjadi gerbang masuk distribusi gas PGN untuk pasar Jatim karena lokasi Pelabuhan Tanjung Perak yang cukup strategis.

“Pasokan LNG akan semakin lancar, sehingga biaya logistik bisa minim. Selain itu, diharapkan ada efek peningkatan daya saing industri di Jawa Timur, sebab kepastian pasokan akan menghemat biaya belanja energi dan peningkatan produksi,” tandasnya.

Baca Juga:  Indonesia dominasi 30 persen sebagai konsumen properti Crown Group

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama PGN Gigih Prakoso menyampaikan,, anak usaha PGN, yakni PT PGN LNG Indonesia (PLI) bersinergi dengan PT Pelindo Energi Logistik (PEL) menjadi lini usaha Pelindo III di bisnis logistik energi bakal menggarap tiga fase pembangunan.

“Pada skema distribusi dan transmisi gas, pasokan LNG bisa dikapalkan dari sumur di Bontang/Tangguh. Bahkan, LNG impor, jika pasokan LNG domestik tak mampu lagi memasok kebutuhan LNG untuk domestik,” terangnya.

Berikutnya, lanjut Gigih, LNG ditampung di terminal LNG yang tersedia storage sementara dan dan di-breakbulk dengan filling unit untuk penjualan ritel.

“Dengan demikian, LNG bisa langsung mengalir ke konsumen melalui jaringan pipa. Selain itu, LNG juga dimungkinkan untuk dilakukan pendistribusian melalui truk kepada konsumen ritel (LNG trucking),” tambahnya.@Rel-Licom

Foto: (ki-ka) Direktur  Utama PGN, Gigih Prakoso, Edwin Hidayat Abdullah, Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN dan Doso Agung, Direktur Utama Pelindo III usai penandatanganan kerja sama. Ist