Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
DPO curanmor ditangkap polisi saat hendak melamar kekasih
M. Haris (baju tahanan) saat diamankan di Mapolrestabes Surabaya. FOTO: rofik-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

DPO curanmor ditangkap polisi saat hendak melamar kekasih 

LENSAINDONESIA.COM: M. Haris terpaksa harus merelakan rencana pertunanganya batal. Sebab pemuda warga Jl Sidodadi Surabaya terlebih dahulu ditangkap polisi sebelum niatnya meminang kekasihnya terlaksanakan.

Haris merupakan boronan polisi dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) pada 2017.

Kasubnit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Ketut Redhana mengatakan, Haris ditangkap pada Kamis (27/06/2019) sekitar pukul 19.00 WIB saat berada di rumahnya. Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima informasi berada di rumah setelah dua tahun melarikan diri ke Jakarta.

“Tersangka ini merupakan DPO (Daftar Pencarian Orang) kami, dan selama dua tahun ini melarikan diri ke Jakarta. Selama itu ia berada dirumah familinya serta bekerja di sana. Dia pulang ke Surabaya dalam rangka akan melamar kekasihnya,” terangnya.

Iptu Ketut Redhana mengungkapkan, Haris telah dua aksi pencurian motoro di Jl Wonorejo dan Jl Benteng bersama Gofar (terpidana) serta tiga rekan lainnya pada tahun 2017 lalu.

“Tersangka merupakan pelaku Curanmor pada tahun 2017 lalu, dia melakukan aksi bersama rekannya yang salah satunya Gofar dan saat ini sedang menjalani hukuman di Lapas Klas I, Surabaya, Medaeng Sidoarjo. Pelaku ini sempat melarikan diri ke Semper Jakarta Utara,” tambahnya, Jumat (28/06/2019).

Sementara tersangka Haris dihadapan petugas mengatakan, bahwa selama menjadi DPO, dirinya bekerja sebagai kuli Besi tua pada saudaranya. “Setelah mendengar Gofar ditangkap saya langsung ke Jakarta,” ungkapnya.

Harus juga mengakui, dalam melakukan aksinya, bersama 4 rekan lainnya mencari sasaran motor yang diparkir di rumah korban, dengan berbekal kunci T. “Sasarannya motor yang diparkir di rumah. Saya ambil pakai kunci T,” sebutnya.

Usai melakukan aksi, motor hasil kejahatannya dijual kepada penadah di Madura, dan tersangka sendiri mengaku mendapat bagian Rp600 ribu.

Baca Juga:  Polisi amankan 35 motor tanpa surat di Suramadu

Tersangka juga mengaku, setelah ditangkap dirinya mengaku malu dan menggagalkan pertunangan yang akan diselenggarakan pada minggu ini. “Saya malu, dan pacar saya sudah saya putus,” pungkasnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 363 KUHP dan diancam pidana selama 7 tahun penjara.@rofik

CAPTION: 
M. Haris (baju tahanan) saat diamankan di Mapolrestabes Surabaya. FOTO: rofik-LICOM