Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.   
Peserta SEAMLEI TEW Bakamla tangkap penyelundup di Bali
LENSA DEMOKRASI

Peserta SEAMLEI TEW Bakamla tangkap penyelundup di Bali 

LENSAINDONESIA.COM: Bersinergi dengan coast guard negara tetangga di kawasan Asia Tenggara, peserta South East Asia Maritime Law Enforcement Initiative (SEAMLEI) Technical Expert Workshop (TEW) dari Indonesia, berhasil menangkap penyelundup
di Pelabuhan Benoa, Bali, Kamis (27/6/19).

Penangkapan tersebut merupakan bagian dari skenario latihan boarding vessel yang dilakukan para peserta SEAMLEI TEW 2019.

Di hari ke-4 kegiatan SEAMLEI TEW ini, perwakilan Indonesia yang terdiri dari Bakamla, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Polairud, dan Ditjen Imigrasi, mengimplementasikan ilmu yang telah diberikan saat sesi materi beberapa waktu lau.

Kemarin (26/6), para peserta telah mengemban materi mengenai tactical consideration in drug enforcement and fisheries. Hari ini, seluruh peserta melaksanakan simulasi dan menerapkan ilmu tersebut.

Skenario bermula saat adanya kapal nelayan yang mencurigakan memasuki wilayah suatu negara. Sebagai coast guard, mereka memiliki wewenang untuk menginspeksi kapal tersebut dari dokumen hingga muatan.

Seluruh peserta dari ke-6 negara berpartisipasi melaksanakan simulasi yang dibagi ke dalam dua grup. Grup ini berisikan peserta dari negara yang berbeda-beda. Bukannya tanpa alasan, hal ini dilakukan agar memudahkan peserta dalam menerapkan di negaranya masing-masing.

Dipandu oleh instruktur dari United States Coast Guard (USCG) Lt. Rick Mozolic, dan ME3 Greene, boarding vessel dilakukan untuk memeriksa muatan yang dicurigai sebagai barang ilegal. Peserta juga di bekali ilmu bagaimana cara memeriksa anak buah kapal (ABK), dan mempelajari trik yang di gunakan penyelundup untuk menyembunyikan benda terlarang tersebut.

Tidak hanya itu, peserta juga melaksanakan vessel ID terhadap kapal nelayan untuk mengetahui apakah kapal termasuk dalam daftar Western and Central Pacific Fisheries Commission (WCPFC) untuk menangkap ikan di wilayah tersebut. Khusus untuk pelatihan ini, dipandu oleh Lt. Denys Rivas, dan BM1 James D. Green dari USCG.

Baca Juga:  Bakamla RI tangkap kapal timah dan 4 kapal pengangkut minyak ilegal

Simulasi ini disaksikan juga oleh jajaran pejabat Bakamla, seperti Direktur Latihan Laksma Bakamla Yeheskiel Katiandagho, S.E.,M.M., Plh. Direktur Kerja Sama Kolonel Bakamla Salim, beserta Staf Dit Latihan, dan Kerja Sama Bakamla.

Autentikasi:
Kasubbag Humas Bakamla Letkol Bakamla Mardiono