Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo menyebut ada sejumlah daerah yang mulai mengalami kekeringan akibat musim kemarau.

Beberapa daerah tersebut diantaranya, Kabupaten Pacitan, Lamongan, Bojonegoro dan Tuban.

Dampak dari kemarau itu, dari total lahan padi yakni seluas 1,8 juta hektare (ha) sekitar 24.633 ha diantaranya mengalami kekeringan. Sedangkan lahan padi yang mengalami puso atau gagal panen mencapai seluas 983 ha.

“Presentasi luas lahan padi di Jatim yang terkena kekeringan sekitar 1,32 persen dan yang terkena puso 0,05 persen,” ungkap Hadi Sulistyo kepada LICOM di Surabaya, Rabu (03/07/2019).

Selain padi, ada pula lahan kedelai yang terdampak kekeringan sebanyak 236 ha atau 0,53 persen. Khusus lahan kedelai tercatat tidak ada yang mengalami puso.

Pihaknya mengimbau agar para petani menggunakan varietas padi dan kedelai yang tahan terhadap musim kemarau dalam musim tanam selanjutnya.

“Petani harus memilih benih padi yang dengan varietas yang tahan saat terjadi kekeringan. Khusus yang terkena puso silahkan melapor ke Dinas Pertanian setempat. Kami (Dinas Pertanian Jatim) akan memberikan bantuan berup benih ataupun beras,” paparnya.

Sementara, untuk petani yang telah mengikuti Asurasi Usaha Tani Padi (AUTP) juga bisa melaporkan lahannya yang terkena puso. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim akan segera koordinasi dengan Jasindo.

“Tapi sampai saat ini belum ada yang mengajukan. Silahkan segera laporan, kami akan memprosesnya,” tukas Hadi.@sarifa

CAPTION: Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Hadi Sulistyo. FOTO: sarifa-LICOM