Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Prasarana dan Sarana Pertanian (Kementan) berikan asuransi jika para petani gagal panen melalui Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUPT).

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan), Sarwo Edhy menyampaikan, untuk asuransi tersebut, petani cukup membayar Rp 36.000 per musim tanam. Jika terjadi gagal panen, maka petani memperoleh klaim asuransi sebesar Rp 6 juta per hektare.

“Terkait asuransi tadi kita sampaikan kepada petani hanya membayar premi Rp 36.000. Jika terjadi bencana kekeringan, banjir, dan lainjya maka mereka mendapat klaim Rp 6 juta dari asuransi tersebut,” tegas Sarwo di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (08/07/2019).

Dari data Kementan, saat ini ada sekitar 232.000 hektar lahan pertanian yang ada di wilayah-wilayah tersebut diikutkan dalam program AUPT.

“Untuk realisasi dari daerah-daerah yang terdampak bencana kekeringan ada lebih kurang 232 ribu hektare, namun etani di Indonesia hanya 0,3 hektare ada yang maksimum 2 hektare, kecuali di luar Jawa dan kita berharap pada pengajuan klaim ke asuransi Jasindo,” tandasnya.@L6, Eld-Licom

Foto: Petani saat aktifitas sehari-hari ini mengharap jaminan dan ketenangan saat panen gagal.ilust-ist