Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Ketatnya persaingan perolehan medali Poprov Jatim, Kota Kediri bikin kejutan
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, Ir Erlangga Satriagung. FOTO: fredy-LICOM
HEADLINE SPORT

Ketatnya persaingan perolehan medali Poprov Jatim, Kota Kediri bikin kejutan 

LENSAINDONESIA.COM: Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, Ir Erlangga Satriagung menanggapi positif persaingan ketat perolehan medali sementara di ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jatim VI 2019.

Dari hasil sementara, beberapa daerah tidak terlalu ‘diunggulkan, secara mengejutkan berhasil masuk 10 besar perolehan medali. Bahkan, diantaranya berada di lima besar.

“Kalau kita lihat penyebaran medali tahun ini lebih bagus, maka dari itu Kalau di lihat dari atletik cukup bagus, kalau tidak ada iven porprov kita bakalan sulit menakar atlet daerah. Sedangkan kalau ada porprov pasti ada takaran yang terukur,” terang Erlangga saat ditemui di Posko PB PORPROV sub Lamongan di Gedung BLK, Jl. Jaksa Agung Suprapto, Minggu pagi (07/07/2019).

Sebelumnya, kota-kota besar seperti Sidoarjo, Surabaya, Kota Malang, dan Kediri selalu bersaing memperebutkan peringkat teratas. Namun, berdasarkan perolehan sementara Kota Kediri dengan raihan lima emas, dua perak, dan dua perunggu.

Lalu diikuti oleh Kota Malang dengan empat emas, satu perak, dua perunggu. Sedangkan tempat ketiga ditempati oleh Kabupaten Kediri dengan dua emas, satu perak dan dua perunggu, kemudian ada Lumajang yang menempati posisi empat dengan dua emas dan satu perak. Dan diperingkat lima ada Sidoarjo dengan dua emas.

“Artinya pola pembinaan atlet di kabupaten dan kota itu berjalan baik,” sebut Erlangga.

Erlangga berjanji, pihaknya akan melakukan evaluasi kepada seluruh daerah yang tidak mendapatkan medali. Menurutnya, jika ada pembinaan harusnya bisa mendapatkan medali.

“Maka dari itu, Kalau di lihat dari atletik cukup bagus, kalau tidak ada iven porprov kita bakalan sulit menakar atlet daerah. Sedangkan kalau ada porprov pasti ada takaran yang terukur,” kata Erlangga .

Baca Juga:  Pelatihan bikin martabak manis ala chef Eko, bikin ibu-ibu ketagihan

Di sisi lain, ia melihat ada begitu banyak atlet-atlet muda yang tampil hebat dengan keberhasilan meraih medali emas. Seperti, Siti Frisda Nuryantik (13) asal Bojonegoro yang berhasil mengalahkan senior-seniornya di cabang olahraga atletik nomor 5000 meter putri.

Selain itu, ada juga Maxwell Christhepane Banen (14) yang berhasil meraih emas cabor paralayang nomor akurasi individu putra. Ia pun berharap, muncul atlet-atlet muda lainnya yang dapat mencetak prestasi dan rekor-rekor terbaik.

Nantinya, ia menjamin akan ada beberapa atlet yang akan dipanggil masuk ke dalam skuad pemusatan latihan daerah (Puslatda) Jatim proyeksi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 Papua.

“Kita akan lihat, kalau bisa melebihi, atau bisa sama, atau kurang sedikit dari catatan yang dimiliki atlet puslatda akan kita tarik masuk Puslatda,” imbuhnya.@fredy

CAPTION: Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, Ir Erlangga Satriagung. FOTO: fredy-LICOM