Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Komunitas Pecalang bakal minimalisir asap rokok di wisata Bali
EKONOMI & BISNIS

Komunitas Pecalang bakal minimalisir asap rokok di wisata Bali 

LENSAINDONESIA.COM: Pasikian Pacalang Bali se-Kabupaten Badung akan menerapkan pengurangan asap rokok dan Tar guna mendukung pariwisata ramah lingkungan di Bali.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan para wisatawan dengan meningkatkan konsumsi produk tembakau alternatif.

Ketua Umum Pasikian Pacalang Bali, I Made Mudra mengatakan, konsep dukungan pengurangan resiko produk tembakau melalui produk tembakau alternatif ini bertujuan agar menwujudkan sustainable tourisme di Bali khususnya di kabupaten Badung.

“Konsep pengurangan asap rokok dan Tar merupakan bagian dari upaya mewujudkan sustainable tourism di Bali. Tentu saja langkah ini akan mengurangi resiko bahaya produk tembakau konvensional,” ujar I Made Mudra, Ketua Umum Pasikian Pacalang Bali dalam keterangan resmi yang diterima Lensaindonesia.com, Senin (08/07/2019).

Ia menambahkan, adanya produk tembakau alternatif yang lebih ramah lingkungan dan rendah resiko menjadi solusi dan terobosan terbaru guna meningkatkan kualitas udara. Apalagi kebijakan pengurangan bahaya akibat tembakau melalui produk alternatif di wilayah Bali secara tak langsung akan menciptakan kenyamanan bagi para wisatawan.

“Kabupaten Badung sebagai salah satu pusat pariwisata memiliki tantangan dan dinamika tersendiri, khususnya mengenai hal ketertiban, keamanan serta kebersihan bahkan kesehatan,” imbuh Mudra.

Sementara itu, Ariyo Bimmo, perwakilan Koalisi Indonesia Bebas Tar (KABAR) menjelaskan, pariwisata yang berkelanjutan memerlukan perkembangan ekonomi masyarakat yang dinamis, lingkungan hidup terjaga serta meningkatnya kesehatan masyarakat.

“Penggunaan tembakau alternatif merupakan salah satu cara untuk mengurangi resiko akibat rokok konvensional. Untuk itu, pemerintah berupaya mengendalikan prevalensi merokok yang diimbangi dengan penyediaan alternatif berikut regulasinya,” ungkap Ariyo.

Usai pertemuan ini, lanjut Ariyo diharapkan para pecalang memiliki pengetahuan dasar tentang perbedaan antara tembakau alternatif dan rokok konvensional.

“Kepada pemerintah setempat, kami berharap saat menetapkan kawasan bebas asap rokok dibedakan dengan kawasan untuk menggunakan tembakau alternatif (rokok elektrik/vape).” tegas Ariyo.@Rel-Licom

Baca Juga:  Wow! Impor mesin asal Taiwan meningkat

Foto: (kiri) I Made Mudra, Ketua Umum Pasikian Pacalang Bali saat di acara Rembug Pasikian Pacalang Bali se-Kabupaten Badung.ist