Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: SanDisc, produsen penyimpan memory eksternal melakukan edukasi terkait penyimpanan data secara efektif di Surabaya.

Hal ini disandarkan pada kebiasaan masyarakat Indonesia yang terbiasa menyimpan data pribadi melalui smartphone.

Research Manager DEKA, Anggun Komala Sari, dari survei yang dilakukan DEKA melalui Western Digital Corp bertitel Indonesian Consumer Mobile Habit and Data Management Survey, sekitar 67% orang Indonesia alami kehilangan data di smartphone.

“Ini mengindikasikan bahwa masyarakat Indonesia belum merencanakan untuk backup data secara teratur. Riset ini melibatkan 1.120 responden dari 6 kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Medan, dan Makassar,” tandasnya.

Di bulan September 2018, lanjutnya, tingkat penetrasi smartphone di Indonesia sudah mencapai 27,4%. Angka ini setara dengan kira-kira 73 juta pengguna smartphone di Indonesia.

“Kebanyakan para pengguna smartphone selalu digunakan untuk foto sudah mencapai 93 persen, rekam video capai 63 persen. Sedangkan untum layanan panggilan sudah mencapai 87 persen kemudian chatting capai 72 pereen,” papar Anggun.

Sementara itu, Soetrisno Poerwadi, Channel Sales Manager Western Digital SanDisc menyampaikan, saat ini pengguna smartphone semakin bertambah, namun mereka belum menyadari bagaimana cara melakukan backup data efektif.

“Kenyataan itu mendorong kami untuk mengedukasikan produk SanDisc untuk masyarakat terkait pemyimpanan file efektif. Diantaranya, selain flashdisc, hardisc eksternal dan laptop, SanDisc Dual Drive kini bisa jadi solusinya, sayangnya masyarakat belum banyak mengootimalkan produk ini. Namun, kami yakin sambil jalan, mereka akan paham keunggulan SanDisc dual drive,” pungkas Soetrisno.@Eld-Licom

Foto: (ki-ka) Soetrisno Poerwadi, Channel Sales Manager Western Digital SanDisc dan Research Manager DEKA, Anggun Komala Sari saat ditemui di Surabaya, Rabu (10/07/2019). Eld