Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Jemaah Calon Haji (JCH) tertua Embarkasi Surabaya bernama Tiwa Sajarin Ahmad siap menjalankan serangkaian ibadah haji di Tanah Suci Mekkah.

Tiwa asal kelompok terbang (Kloter) 11 Kabupaten Pamekasan ini kurang di bulan lagi usianya genap 103 tahun.

Dilihat dari Siskohat (Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu) sebagai JCH tertua pada Embarkasi Surabaya.

Ibu dari 3 putra putri ini merasa bersyukur akhirnya dapat menunaikan rukun Islam kelima meski telah menginjak usia senja. Warga Dusun Rampak, Desa Sana Laok, Kecamatan Waru Pamekasan ini masih terlihat bugar.

“Sehat, sehat. Alhamdulillah,” ujar Nenek Tiwa dengan logat Maduranya.

Meski sesekali penyakit linunya kambuh, nenek yang kesehariaannya bertani di sawah ini masih sangat sehat dan enerjik. Ia kuat berjalan sendiri tanpa alat bantu. Begitupun dengan penglihatan dan pendengarannya. Nenek dari 10 orang cucu ini masih mampu mendengar dan membaca tanpa alat bantu apapun.

Ketika ditanya resep sehatnya, wanita yang sudah lama menjanda ini mengaku sering minum jamu telur madu susu. Sepekan sekali, mbah Tiwa rutin meminum ramuan yang diraciknya sendiri.

JCH yang hanya mampu berkomunikasi dengan bahasa Madura ini menuturkan biaya ongkos naik hajinya ini merupakan hasil urunan dari putra putrinya, yang dua diantara telah menunaikan ibadah haji.

Meskipun berangkat sendiri tanpa pendamping, nenek Tiwa tidak merasa takut karena ia telah bergabung dengan salah satu KBIH yang ada di daerahnya.

Nenek Tiwa berharap bisa menjalankan ibadah haji dengan lancar selama di tanah suci, serta mendapat predikat haji mabrur.

Bersama dengan JCH kloter 11 lainnya, Nenek Tiwa diterbangkan dari Bandara Internasional Juanda Surabaya menuju Bandara Medina pada Rabu (10/07/2019) dini hari dengan nomer penerbangan SV 5205.@sarifa