Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah berencana mulai membangun ibu kota negara pengganti Jakarta pada 2021. Dengan anggaran Rp 466 triliun, targetnya pemindahan ibu kota sudah bisa dimulai pada 2024. Hal ini disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro.

“Pulau Jawa punya beban luar biasa. Ketimpangan juga luar biasa antara Pulau Jawa dengan wilayah lain, sehingga pemindahan ibu kota ini kami rencanakan tahun ini sudah ditetapkan lokasinya. Tahun depan semua persiapan, baik landasan hukum maupun penjelasan mengenai status tanah. Demikian juga persiapan infrastruktur dasar, sehingga 2021 sudah bisa dimulai konstruksi dan 2024 sudah bisa dimulai pemindahan tahap pertama,” terangnya dalam wawancara khusus dengan CNBC.

Saat ini Kementerian PPN/Bappenas masih menggunakan skenario yang ada dengan anggaran Rp 466 triliun untuk calon wilayah ibu kota negara yang bisa menampung sampai 1,5 juta penduduk.

Terkait lokasi, ibu kota negara baru harus memenuhi beberapa kriteria. Seperti, tidak jauh dari laut, bebas dari bencana alam khususnya gempa bumi, tsunami dan letusan gunung berapi.

Selain itu letaknya tak terlalu jauh dari kota-kota yang sudah berfungsi secara efektif agar bisa menghemat infrastruktur dan transportasi. Ditambah ada ketersediaan lahan yang luas sehingga mudah untuk membangun dan tak memerlukan biaya besar. “Yang pasti ada tiga lokasi kami fokuskan untuk dikaji secara mendalam. Ketiga kota itu masing-masing ada di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur,” pungkasnya. @cnbc/LI-15