Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Lima terdakwa narkoba divonis ringan, pakar hukum: Jaksa Pompy tak serius berantas narkotika
Lima terdakwa kasus narkoba mendengar pembacaan vonis dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (10/07/2019). FOTO: rofik-LICOM
HEADLINE DEMOKRASI

Lima terdakwa narkoba divonis ringan, pakar hukum: Jaksa Pompy tak serius berantas narkotika 

LENSAINDONESIA.COM: Tuntutan dan putusan ringan terhadap lima terdakwa pengguna narkoba, mendapat sorotan dari Dosen hukum Pidana Universitas Airlangga (Unair) I Wayan Titip Sulaksana.

Menurut Wayan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pompy Polansky dari Kejari Surabaya tidak serius menjalankan program pemerintah dalam pemberantasan narkoba.

“Kalau memang serius dalam pemberantasan narkotika, seharusnya surat dakwaan sudah menunjuk pasal-pasal yang berat terhadap terdakwa,” terang I Wayan Titip.

Vonis ringan yang dijatuhkan hakim kepada para terdakwa, menurut Wayan, tidak lepas dari peran JPU yang melakukan tuntutan rendah.

“Demikian pula tuntutan ringan, sehingga putusan majelis hakim menjatuhkan vonis ringan, tapi kami tetap hormat terhadap putusan pengadilan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, lima orang terdakwa pengguna narkoba dijatuhi vonis hukuman ringan, yakni 16 bulan penjara oleh Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (10/07/2019) lalu.

Lima terdakwa itu diantaranya Supriyanto, M. Riz Arochman, Bagus Irawan, M. Farid Aprianto dan Jaya Sakti.

Sinyal kelima terdakwa bakal divonis ringan ini sudah terlihat sejak Jaksa penuntut Umum (JPU) Pompy Polansky dari Kejari Surabaya menuntut terdakwa dengan pasal 112 ayat 1 jonto pasal 132 ayat (1) UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dimana mereka hanya dituntut masing-masing 2 tahun penjara.

“Terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 127 UU narkotika dan menuntut para terdakwa masing-masing pidana selama 2 tahun penjara,” terang Pompy.

Pada akhirnya sidang yang mengagendakan pembacaan tuntutan langsung vonis ini, Supriyanto cs pun hanya diganjar hukuman 1,5 tahun penjara.

Ketua majelis hakim Pujo Sulaksono dalam membacakan amar putusannya sepakat dengan tuntutan Jaksa penuntut umum dan menjatuhkan hukuman 1,5 tahun penjara.

“Menjatuhkan pidana penjara masing-masing satu tahun enam bulan penjara,” ucap hakim Pujo.

Baca Juga:  Segera! Sisternet bakal bikin aplikasi jualan online maksimal

“Jaksa telah menuntut kalian 2 tahun, dan sudah diringankan 6 bulan tinggal 1,5 tahun, apakah kalian terima atau pikir-pikir apa Banding,” tanya Hakim Pujo yang dijawab pikir pikir oleh terdakwa.

Atas jawaban terdakwa tersebut, Jaksa Pompy yang menuntut ringan juga menyatakan pikir-pikir. “Kami juga pikir-pikir pak hakim,” ujarnya.

Perlu diketahui, kelima terdakwa ditangkap anggota Polsek Wonocolo pada 9 Maret 2009 sekitar jam 22.00 WIB saat berpesta sabu di rumah Jl Siwalankerto Timur Surabaya.

Dari penangkapan mereka, polisi menyita sisa batrang bukti sabu seberat 0,14 gram dan seperangkat alat hisap.@rofik

CAPTION: Lima terdakwa kasus narkoba mendengar pembacaan vonis dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (10/07/2019). FOTO: rofik-LICOM