Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
PT. Kiat Ananda Gruop diduga terlantarkan puluhan buruhnya
JABODETABEK

PT. Kiat Ananda Gruop diduga terlantarkan puluhan buruhnya 

LENSAINDONESIA.COM: Puluhan buruh PT. Kiat Ananda Gruop diduga terlantar karena tak bisa masuk kerja lantaran pihak manajemen perusahaan melarangnya dengan alasan adanya putus kontrak perusahaan vendor yang membawahi puluhan buruh.

Sejak pagi sebanyak kurang lebih 80 buruh memaksa masuk ke gudang perusahaan tempat mereka biasa bekerja yang berlokasi di Pangkalan 5, Bantargebang, Kota Bekasi.

Tuntutan para buruh yang diwakili Ketua PUK GSPMII (Gabungan Serikat Pekerja Manufaktur Independen Indonesia), Kesit (40) kepada awak media, Rabu (10/7/2019) mengaku kecewa karena pihak manajemen perusahaan tidak kooperatif untuk menyelesaikan masalah.

“Sudah dua kali Bipartit sejak awal bulan ini kami gagal bertemu dengan manajemen. Mereka tidak mau menemui buruh,” ujar Kesit.

Menurut Kesit, para buruh jelas kecewa karena mereka rata-rata sudah bekerja sudah cukup lama antara 5 sampai 7 tahun. Namun pihak manajemen tidak memberikan kejelasan bagaimana nasib mereka, apakah nanti jika ada vendor baru, puluhan buruh tersebut diterima kembali bekerja atau tidak.

“Kami juga menuntut jika nanti bekerja lagi, status kami jangan disamakan dengan karyawan yang baru bekerja,” tegasnya.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Kapolsek Bantar Gebang, Kompol Siswo yang hadir sebagai mediator antara pihak buruh dan manajemen perusahaan menjelaskan kepada awak media, pihaknya akan mengupayakan penyelesaian secara tripartit antara buruh, manajemen dan dinas tenaga kerja Pemkot Bekasi dalam waktu dekat.

“Dari manajemen belum ada pernyataan PHK, para buruh tersebut belum bisa bekerja karena kontrak kerjasama antara PT. Kiat Ananda Gruop dengan pihak vendornya sudah putus. Jadi nanti jika sudah ada penggantinya, para buruh itu akan tetap dipekerjakan kembali,” beber Siswo.

Mengenai tuntutan buruh jika mereka nanti bekerja kembali untuk tidak disamakan sebagai karyawan baru, Siswo mengaku nanti hal itu akan dibahas oleh mereka secara tripartit.

Baca Juga:  Ratusan orang kampanye calon wali kota pilihan Risma di acara Car Free Day

Sementara awak media yang ingin menemui manajemen perusahaan untuk meminta konfirmasinya terkait aksi demo buruhnya, awak media tidak diperbolehkan masuk oleh security perusahaan.@Iwn/sofie