Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HMI Kabupaten Bekasi dorong kursi Wabup tidak diisi politikus Golkar
HEADLINE

HMI Kabupaten Bekasi dorong kursi Wabup tidak diisi politikus Golkar 

LENSAINDONESIA.COM: Kekosongan kursi Wakil Bupati (Wabup) Bekasi, kini menjadi rebutan beberapa pihak. Ada 19 calon yang terdaftar bursa pemilihan Wabup dari Aparatur Sipil Negara (ASN), masyarakat umum sampai para politikus partai koalisi yang digelar DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi.

HMI Cabang Bekasi angkat bicara siapa yang pantas menduduki kursi Wabup untuk memperbaiki Kabupaten Bekasi.

“Jangan sampai amanah masyarakat Kab Bekasi ternodai, dan memandang figur pemimpin hanya ajang memperkaya diri,” beber kata Bongsu Syahputra, Kabid PPD (Partisipasi Pembangunan Daerah) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bekasi.

HMI Cabang Bekasi menginginkan mantan-mantan aktivis dan putra daerah sebagai sosok yang bisa mengisi kursi Wabup. Karena aktivis sudah berpengalaman dalam mengemban sebuah amanah organisasi.

Begitu pun putra daerah, HMI ini menilai punya nilai plus karena mengetahui kondisi daerah secara mendalam. Juga berpengalaman bersosial dengan tempat kelahirannya.

Untuk itu, Bongsu mengharapkan Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja segera mendapatkan figur Wabup yang bisa menjadi mitra kerja yang mampu mengemban amanah rakyat.

“Jangan sampai ternodai lagi, dan memandang hanya ajang memperkaya diri,” tegas Bongsu, mengulang.

Aktfis HMI Cabang Bekasi mencermati bukan hanya jabatan Wabup saja yang masih kosong di Pemerintahan Kabupaten Bekasi. Tapi, ada beberapa kursi lain yang belum terisi, seperti beberapa jabatan kepala dinas.

“Tantangan seorang pemimpin dalam menata Kabupaten Bekasi harus mampu menjalankan visi misi dan membangun organisasi pemerintahan yang solid dan amanah,” katanya.

Aspirasi aktifis HMI Cabang Bekasi menyayangkan jika kursi Wabup diberikan figur dari koalisi partai Golkar. “Kasus korupsi yang dilakukan Neneng Hasanah Yasin dkk, bisa terulang bila tidak mengantisipasi peluang korupsi berjamaah,” ungkap Bongsu.

Baca Juga:  Mahasiswa tolak jamuan makan Gubernur Khofifah, acara dialog di Grahadi ricuh

Bongsu berharap aspirasi itu didengar Bupati Eka Supriadi Atmaja. “Sehingga, tidak memperlambat kinerja pemerintah untuk menjalankan programnya,” pungkasnya. @sofie