Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Tiga komplotan curanmor yang tewas tertembak di Surabaya dua bulan dipantau polisi
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran (tengah) dibantu anggotanya menunjukkan foto dan barang bukti senjata tajam milik tiga pelaku curanmor yang ditembak mati di kawasan Jl Dharmawangsa Sabtu (13/07/2019). FOTO: Rofik-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Tiga komplotan curanmor yang tewas tertembak di Surabaya dua bulan dipantau polisi 

LENSAINDONESIA.COM: Tiga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang ditembak mati petugas Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya di kawasan Jl Dharmawangsa Sabtu (13/07/2019) kemarin merupakan residivis yang sudah dua bulan dipantau aktivitasnya.

Hal ini diungkapkan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran saat jumpa Pers, Minggu (14/07/2019).

“Komplotan ini sudah melaku pencurian di tujuh lokasi dengan sasaran motor yang diparkir di tempat kost,” terangnya.

Sudamiran menjelaskan, pihaknya melakukan penyelidikan dan membuntuti pelaku setelah mendapat rekaman CCTV aksi kejahatan yang mereka lakukan.

“Dari rekaman CCTV mobil Toyota Calya silver N 1034 RV yang digunakan sebagai sarana saat melakukan aksi kejahatan, disewa dari rental di kawasan Lumajang,” sebutnya.

Untuk mengecoh petugas, pelaku menutup sebagian angka di nomor polisi (nopol) kendaraan tersebut menggunakan lakban hitam. “Pelaku sengaja menutup sebagian angka nopolnya agar tidak terdeteksi,” papar Sudamiran.

“Dari hasil penyelidikan tersebut, kami melakukan pembuntutan terhadap mobil yang digunakan sarana oleh pelaku hingga menyergapnya saat beraksi. Namun saat akan disergap ketiga pelaku langsung menyerang petugas sehingga dilakukan tindakan tegas,” pungkasnya.

Ketiga pelaku yang ditembak mati pada Sabtu (13/07/2019) sekitar pukul 09.00 WIB itu diantaranya, Idris Efendi (24) warga Desa Jambe Sari, Sumber Baru, Kabupaten Jember, Sofyan (27) dan Susanto Efendi (37) keduanya warga Desa Kali Glagah, Sumber Baru Kabupaten Jember.

Petugas telah berusaha memberikan pertolongan terhadap para pelaku yang tertembus peluru di dadanya itu. Namun mereka tewas saat perjalanan ke rumah sakit.@rofik

Baca Juga:  KNKT selidik pendaratan darurat Batik Air akibat pilot serangan jantung