Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.  
Diduga terima suap, KPK pecat pengawal tahanan Idrus Marham
Rekaman kamera pengawas di RS MMC, Jakarta. FOTO: medcom/Ilham Pratama
HEADLINE DEMOKRASI

Diduga terima suap, KPK pecat pengawal tahanan Idrus Marham 

LENSAINDONESIA.COM: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memecat seorang pengawal tahanan berinisial M. Pemecatan dilakukan karena pengawal tahanan Idrus Marham itu melanggar disiplin.

“Pimpinan memutuskan saudara M diberhentikan dengan tidak hormat karena terbukti melakukan pelanggaran disiplin sebagaimana diatur dalam Peraturan tentang Kode Etik KPK dan aturan lain yang terkait,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (16/07/2019).

M merupakan orang yang menemani terpidana Idrus Marham berobat ke Rumah Sakit Metropolitan Centre (RS MMC).

Pemecatan M buntut temuan Ombudsman yang menyebut Idrus Marham berkeliaran di luar Rutan KPK. Idrus tak mengenakan rompi tahanan, borgol, bahkan menggunakan alat komunikasi selama di rumah sakit.

Namun, Febri memastikan aktivitas Idrus di luar rutan sudah sesuai prosedur. Ia membantah KPK melakukan malaadministrasi terkait pengawalan tahanan.

“Proses perizinan Idrus Marham berobat ke RS MMC sudah sesuai prosedur. Itu permohonan tim penasehat hukum untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di luar rumah tahanan (Rutan) ke dokter spesialis gigi RS MMC Jakarta,” jelas Febri.

Pascatemuan, kata Febri, KPK melakukan pengetatan terhadap izin berobat tahanan. Selanjutnya, seluruh pengawal tahanan juga telah dikumpulkan untuk diberikan pengarahan tentang disiplin dan kode etik sebagai upaya pencegahan.

“KPK akan terus melakukan pengetatan aturan dan tidak akan menoleransi pelanggaran sekecil apa pun,” tegas Febri.

Sementara itu, Ombustman menduga M telah menerima suap dari Idrus Marham. Pemberian uang disinyalir berkaitan dengan longgarnya pengawalan Idrus saat beraktivitas di luar Rutan KPK.

“Saudara Marwan didapat menerima sejumlah uang tunai. Diduga kuat saudara Marwan telah berperilaku koruptif tanpa menunjukkan integritas selama menjalankan tugas pengawalan,” kata Ketua Ombudsman DKI Jakarta Raya Teguh Nugroho.

Baca Juga:  Kinerja BPK dipuji Presiden, KAKI nilai Petahana layak dipertahankan

Teguh menyebut dugaan muncul berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) kafe rumah sakit MMC Jakarta Selatan tempat Idrus berobat. Ombudsman menilai tindakan yang dilakukan Marwan merupakan bentuk malaadministrasi dalam mengawal tahanan.@LI-13

CAPTION: Rekaman kamera pengawas di RS MMC, Jakarta. FOTO: medcom/Ilham Pratama