Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.   
Hakim PN Surabaya gelar sidang setempat perkara mobil tabrak wali murid Marlion School
Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya Yulisar (kanan) saat menggelar sidang Pemeriksaan Setempat (PS) perkara mobil tabrak wali murid di Marlion Internasional School, Jalan HR Muhammad, Surabaya, Selasa (16/07/2019). FOTO: rofik-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Hakim PN Surabaya gelar sidang setempat perkara mobil tabrak wali murid Marlion School 

LENSAINDONESIA.COM: Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya yang diketuai Yulisar melakukan sidang Pemeriksaan Setempat (PS) perkara mobil tabrak wali murid di Marlion Internasional School, Jalan HR Muhammad, Surabaya, Selasa (16/07/2019).

Sidang PS ini dilakukan untuk melihat secara langsung lokasi bagaimana peristiwa penabrakan yang dilakukan terdakwa Imelda Budianto terhadap
Lauw Vina alias Vivi.

Dalam sidang PS yang berlangsung kurang lebih 15 menit ini dihadiri majelis hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU), terdakwa yang didampingi suami dan kuasa hukumnya, serta korban yang juga didampingi kuasa hukumnya Andry Ermawan dan Ronald Napitupulu.

Dalam sidang PS ini, Hakim Yulisar menanyakan pada Joko Suhartono, kepala security Marlion Scool mengenai arah mobil yang dikendarai terdakwa mulai dari masuk ke parkiran sampai akhirnya keluar dari parkiran hingga akhirnya mobil terdakwa menabrak korban dan dihalang halangi saksi Joko.

Joko mengungkapkan, bahwa sesudah menabrak korban Vivi, mobil yang dikemudikan terdakwa malah jalan terus namun berusaha dihentikan saksi Joko.

“Saya sudah mengatakan ke terdakwa, ibu sudah menabrak orang mohon untuk berhenti dan ke kantor manajemen,” ujar pria yang pernah dihadirkan di persidangan sebagai saksi korban Lauw Vina alias Vivi ini.

Hakim Yulisar juga menanyakan mobil Toyota sienta yang dikemudikan terdakwa namun mobil yang dijadikan barang bukti tersebut tidak dihadirkan. Hal ini membuat kecewa pihak keluarga korban dan tim penasehat hukumnya.

Usai sidang, kuasa hukum korban Andry Ermawan menyatakan bahwa kesimpulan dari sidang PS ini bahwa ada kesengajaan terdakwa menabrak korban. Hal itu terungkap dari laju mobil terdakwa begitu keluar dari parkiran mobil marlion yang letaknya di sebelah selatan.

Menurut Andry, mobil terdakwa seharusnya berjalan lurus, namun di belokkan sehingga menabrak korban yang waktu itu berdiri bersama anak-anaknya yang menunggu di luar area parkiran.

Baca Juga:  BCA kerja sama dengan Ralali.com permudah pembayaran UMKM

“Begitupun dalam keterangan saksi Joko di depan hakim Yulisar, setelah korbab ditabrak terdakwa, korban langsung jatuh terduduk dan tangan kiri joko juga sempat menyenggol mobil yang dikemudikan terdakwa,” ujarnya.

Andry juga menyayangkan tidak adanya itikad baik dari terdakwa sejak awal kasus ini, padahal pihak security sudah mengatakan pada terdakwa agar menyelesaikan kasus ini ke manajemen.

Diketahui, peristiwa mobil menabrak wali murid ini terjadi pada Jumat 25 Januari 2019 sekitar pukul 10.00 Wib di Marlion Internasional School.

Saat itu, terdakwa Imelda Budiantosedang menjemput anaknya di Marlion Internasional School dengan mengendarai mobil Sienta bersama suaminya yang duduk di kursi penumpang.

Saat hendak keluar dari parkiran namun mobil, terdakwa terhalang mobil saksi Lauw Vina sehingga tidak bisa lewat. Ketika itu, saksi Lauw Vina hendak mengganti pakaian anaknya yang ada di sekolah Marlion dan memarkirkan mobilnya secara pararel dan selanjutnya langsung masuk ke gedung sekolah.

Marasa laju mobilnya terhalang, terdakwa membunyikan klakson berkali-kali hingga datang saksi Agus Supriyanto yang selanjutnya memanggil saksi Lauw Vina dan meminta agar saksi Lauw Vina memindahkan mobilnya karena menghalangi jalan.

“Kemudian saksi Lauw Vina berjalan menuju ke mobilnya dan melewati mobil terdakwa, saat itu terdakwa membuka kaca mobilnya dan mencaci maki saksi Lauw Vina,” ujar jaksa Darwis dalam dakwaannya.

Namun saksi Lauw Vina tidak menghiraukannya lalu memarkirkannya. Setelah saksi Lauw Vina memarkirkan mobilnya, kemudian berjalan melewati mobil terdakwa. Saat itu, terdakwa membunyikan klakson secara terus menerus dan saksi mengacungkan jempol ke arah depan mobil terdakwa.

“Bahwa dengan terbawa emosi saat saksi Lauw Vina berjalan searah dengan mobil terdakwa dan terdakwa menjalankan mobilnya ke arah saksi Lauw Vina hingga mobil terdakwa menyerempet saksi Lauw Vina dan spion mobil terdakwa mengenai lengan kanan Lauw Vina sehingga membuat saksi terjatuh sedangkan terdakwa tetap mengendarai mobilnya,” beber Darwis dalam dakwaannya.@rofik

Baca Juga:  Pelantikan anggota DPRD Surabaya diwarnao aksi demo

CAPTION: 
Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya Yulisar (kanan) saat menggelar sidang Pemeriksaan Setempat (PS) perkara mobil tabrak wali murid di Marlion Internasional School, Jalan HR Muhammad, Surabaya, Selasa (16/07/2019). FOTO: rofik-LICOM