Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.  
Operasional TPKS kembali normal, itu jaminan Dirut Pelindo 3
Bisnis

Operasional TPKS kembali normal, itu jaminan Dirut Pelindo 3 

LENSAINDONESIA.COM: Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) kembali normal beroperasi usai insiden tabrakan satu unit container crane (CC) dengan kapal MV.Soul of Luck, Minggu 14/07/2019) lalu.

Kelancaran tersebut juga dibenarkan oleh Direktur Utama Pelindo III Doso Agung hingga menjamin pelayanan operasional bongkar muat di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS), Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang,

“Ada 2 tahap yang akan dilakukan untuk menormalkan kembali operasional di TPKS, pertama, saat proses evakuasi CC 03 (selama 4-5 hari ke depan) memastikan semua layanan jadwal tambat kapal internasional (windows schedule) tidak ada yang pindah hari, hanya bergeser jam,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (16/07/2019).

Kedua, laniutnya, memindahkan CC 08 dari dermaga utara ke dermaga selatan hanya butuh waktu kira-kira 2 minggu pasca-kejadian. Sehingga jadwal jadwal pelayanan kapal petikemas internasional dan domestik di TPKS akan beroperasi normal.

“Apabila setelah relokasi CC tersebut terjadi penurunan kinerja pada terminal domestik akan dilakukan penambahan peralatan, sebalum CC pengganti tiba,” tambah Doso Agung.

Sementara itu Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas 1 Tanjung Emas, Ahmad Wahid, meluruskan tentang maksud dari keterlibatan kapal pandu dan kapal tunda milik anak usaha Pelindo III, Pelindo Marine Service.

“Adanya kapal pandu dan kapal tunda di setiap proses penyandaran kapal ke dermag,a jadi hal wajib dilakukan untuk menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran di pelabuhan. Jadi, keterlibatan tersebut sudah jadi prosedur yang benar,” imbuhnya.

Achmad Wahid melanjutkan, semua pihak harus menunggu hasil dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait penyebab dari insiden di TPKS.

“Insiden tersebut bisa jadi karena gagal fungsi mesin kapal untuk melambatkan laju kapal, ketika bermanuver di kolam pelabuhan. Sehingga akhirnya tetap menabrak dermaga dan CC. Bahkan, dua kapal tunda yang mencoba membantunya saat itu pun gagal memperlambat sebab jarak dengan dermaga terlampau dekat, sehingga benturan dengan crane tidak bisa dihindari. Dan ini murni kecelakaan, tidak ada kesengajaan dan kelalaian,” tegasnya.

Baca Juga:  Peringati HUT RI Ke-74, PUBG Mobile galang dana untuk Veteran Indonesia

Ketua DPC INSA Semarang, Ridwan juga menanggapi, pihaknya mengapresiasi respon cepat dan kompak dari KSOP dan Pelindo III untuk mengatasi insiden tersebut.

“Hanya butuh 3 jam untuk kembali beroperasi normal.Saat insiden terjadi, juga ada kapal anggota kami lainnyasedang bongkar muat. Semua akhirnya lancar,” pungkasnya.@Rel-Licom

Foto: (kiri) Doso Agung, Direktur Utama Pelindo III saat memonitor kondisi Terminal Peti Kemas Semarang.ist