Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.   
Polisi naikkan status kasus dugaan pemerkosaan staf LBH ke penyidikan
Ketua Umum Lawyer and Legal bernisial PS di kantor LBH Korak milik PS di Jl Kampung Malang Tengah, Surabaya usai gelar pra rekonstruksi kasus dugaan pemerkosaan, Senin siang (17/06/2019). FOTO: rofik-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Polisi naikkan status kasus dugaan pemerkosaan staf LBH ke penyidikan 

LENSAINDONESIA.COM: Polrestabes Surabaya menaikkan status dugaan pemerkosaan staf Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Korak dari penyelidikan ke penyidikan.

Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni menyampaikan, panaikan status ini dilakukan setelah pihaknya melakukan pemeriksaan saksi-saksi, terlapor dan gelar perkara.

“Statusnya kami tingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan,” katanya saat dihubungi lensaindonesia.com, Selasa (16/07/2019).

“Kami telah memintai keterangan saksi-saksi dari korban dan terlapor, lalu setelah mengumpulan beberapa keterangan, bersama penyidik melakukan gelar perkara,” tambahnya.

Kata Yeni, dari gelar perkara tersebut, pihaknya menemukan beberapa yang menguatkan adanya tindakan pidana sebagai mana dilaporkan oleh korban yakni EDS (22). Karena itu, penyidik meningkatkan status terlapor yakni PS Ketua LBK Korak, dari penyelidikaan ke penyidikan.

Sementara Kuasa hukum pelapor Abdul Malik menyatakan, dirinya tetep memberikan apresiasi kepada kinerja Polisi meski dinilai lamban.

“Kami tetap memberikan apresiasi kepada kinerja polisi dan kami percaya penyidik Polreatabes Surabaya profesional,” ujarnya.

“Terlapor ini praktisi hukum seharusnya tunduk pada hukum, namun perbuatannya ini sangat tidak mencerminkan kearah sana. Oleh karena itu kami meminta kepada penyidik tidak pandang bulu,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Lawyer dan Legal berinisial PS dilaporkan ke Mapolrestabes Surabaya atas dugaan pemerkosaan terhadap stafnya sendiri, yakni EDS (22).

Dalam keterangan persnya di kantor hukum IPHI Jl Prambanan, Surabaya, Selasa 13 Juni 2019 korban EDS menyampaikan kronologis pemerkosaan yang dialaminya.

Menurut EDS, pencabulan itu terjadi pada Minggu 26 Mei 2019 di kantor LBH Korak.@rofik

CAPTION: Ketua Umum Lawyer and Legal bernisial PS di kantor LBH Korak milik PS di Jl Kampung Malang Tengah, Surabaya usai gelar pra rekonstruksi kasus dugaan pemerkosaan, Senin siang (17/06/2019). FOTO: rofik-LICOM

Baca Juga:  50 anggota DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono jadi ketua sementara