Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.  
Politisi Gerindra DPRD Surabaya dijebloskan ke Rutan Medaeng
Wakil Ketua DPRD Surabaya Darmawan, SH alias Aden saat berada di dalam mobil tahanan Kejari Tanjung Perak Surabaya. Sebelum dijebloskan ke Rutan Klas I Surabaya Medaeng, Aden ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dan Jasmas 2016. FOTO: rofik-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Politisi Gerindra DPRD Surabaya dijebloskan ke Rutan Medaeng 

LENSAINDONESIA.COM: Wakil Ketua DPRD Surabaya Darmawan, SH alias Aden dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Surabaya Medaeng, Sidoarjo, Selasa (16/07/2019).

Politisi Partai Gerindra itu ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupasi dana Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) Tahun 2016.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka dan dijebloskan ke tahanan Aden menjalani pemeriksaan sebagai saksi selama 6 jam di ruang Penyidik Pidana khusus (Pidsus) Kejari Tanjung Perak Surabaya. Ia diperiksa terkait dengan aliran dana proyek Jasmas 2016 senilai Rp4,9 miliar yang bermasalah.

“Setelah melakukan pemeriksaan tim penyidik menyimpulkan memperoleh dua lebih alat bukti, keterlibatan dengan terdakwa yang sekarang dalam tahap penuntutan saudara Agus Setiawan Tjong. Selanjutnya penyidik menetapkan inisal D selaku Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya sebagai tersangka,” kata Kajari Tanjung Perak, Rahmat Supriyadi.

“Sesuai dengan komitmen kami yang akan menuntaskan penyidikan, hari ini kami menahan D (Darmawan) yang jabatannya sebagai Wakil Ketua DPRD Surabaya atas perkara korupsi dana Jasmas tahun 2016,” tambahnya.

Rahmad menjelaskan, dalam kasus ini, Darmawan alias Aden berperan mengumpulkan dan menyetujui proposal jasmas yang akan dikerjakan oleh rekanan, Agus Setiawan Jong (terdakwa dalam perkara yang sama). Sedikitnya ada 230 RT yang mengajukan proposal proyek jasmas itu.

Ratusan RT tersebut diminta Agus untuk mengajukan proposal untuk pengadaan tenda, kursi dan sound system. Oleh Agus, proposal itu diajukan kepada Aden untuk disetujui. Oleh Agus dan Aden, dana pengadaan yang diambilkan dari dana Jasmas tersebut digelembungkan, sehingga negara dirugikan.

Dalam perkara ini, Darmawan alias Aden dijerat Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo UU Nomor 21 tentang perubahan atas Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor.

Baca Juga:  Dari Hiring hingga Manajemen Suksesi, LinovHR Permudah Sistem HR

Sementara itu, Aden tidak banyak komentar ketika digelandang ke mobil tahanan. Ia hanya melempar senyum kepada wartawan sembari menutup wajahnya dengan koran untuk menghindari sorotan kamera. “Tunggu proses di peradilan,” singkatnya.

Sebelum Darmawan, salah satu anggota DPRD Kota Surabaya Sugito lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya merupakan pengembangan dari Agus Setiawan Tjong yang saat ini perkaranya sudah memasuki tahap tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.@rofik

CAPTION: 
Wakil Ketua DPRD Surabaya Darmawan, SH alias Aden saat berada di dalam mobil tahanan Kejari Tanjung Perak Surabaya. Sebelum dijebloskan ke Rutan Klas I Surabaya Medaeng, Aden ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dan Jasmas 2016. FOTO: rofik-LICOM