Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Jadi begal payudara turis, oknum guru diciduk warga
Aksi begal payudara terhadap turis wanita yang terekam ponsel warga
HEADLINE

Jadi begal payudara turis, oknum guru diciduk warga 

LENSAINDONESIA.COM: SP (37), oknum guru honorer sebuah SD di Yogyakarta diciduk polisi dibantu warga karena diduga kerap melakukan tindak pidana asusila dengan meremas payudara turis wanita di Kampung Prawirotaman.

Tercatat, ada dua turis asal Australia dan Belanda yang melapor pada 13 dan 29 Juni 2019. Mereka yang saat itu berjalan kaki di Gang Batik Kampung Prawirotaman, Brotokusuman, Mergangsan, jadi korban ulah bejat oknum guru asal Seyegan, Sleman itu.

Kapolsek Mergangsan Kompol Tri Wiratmo, menuturkan penangkapan SP bermula dari pengaduan korban dan warga Kampung Prawirotaman. Mereka melapor ada seorang pria mengendarai NMax sering meremas payudara wanita yang melintas jalan kaki di kampung tersebut. “Ini tindak lanjut pengaduan warga asing dari Australia dan Belanda. Kebetulan mereka menginap di wilayah Prawirotaman,” ujarnya, kemarin.

Modus tersangka terlebih dahulu mencari korban dengan mengendarai N Max lalu saat melihat turis wanita berjalan kaki sendirian, oknum guru ini dengan cepat meremas payudara korban lalu pergi.
“Tersangka nongkrong dulu sambil mengamati sasaran. Saat targetnya berjalan sendiri, langsung didekati dan diremas,” tuturnya.

Tertangkapnya SP, tak lepas dari peran serta warga Kampung Prawirotaman. “Jadi kemarin ada orang yang mencurigakan yang diamankan warga karena mondar-mandir di sekitaran Prawirotaman. Kami cocokkan dengan kejadian-kejadian (tindak begal payudara), ternyata yang bersangkutan memang diduga pelakunya,” sambung Kompol Tri Wiratmo.

Dalam pemeriksaan di hadapan penyidik, SP mengakui seluruh perbuatannya. Polisi lantas mengamankan barang bukti motor NMax yang dipakai SP saat beraksi. “Dia mengaku iseng saat melihat turis wanita berjalan sendiri. Kepada penyidik mengaku baru dua kali beraksi jadi begal payudara,” jelas Kompol Tri.

Akibat ulahnya, oknum guru ini ditahan di Mapolsek Mergangsan. Bapak satu anak ini terancam penjara 2 tahun 8 bulan. “Nanti dikenakan Pasal 281 (KUHP) dengan ancaman dua tahun delapan bulan,” sebutnya. @dc/LI-15

Baca Juga:  Polrestabes Surabaya tangkap pencuri yang pura-pura jadi tukang servis AC