Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Tiga saksi sebut Imelda Budianto tabrak Vivi
Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya Yulisar (kanan) saat menggelar sidang Pemeriksaan Setempat (PS) perkara mobil tabrak wali murid di Marlion Internasional School, Jalan HR Muhammad, Surabaya, Selasa (16/07/2019). FOTO: rofik-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Tiga saksi sebut Imelda Budianto tabrak Vivi 

LENSAINDONESIA.COM: Sidang kasus penganiyaan (menabrak korban dengan mobil) yang dilakukan terdakwa Imelda Budianto terhadap Lauw Vina alias Vivi kembali berlanjut di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (17/07/2019).

Dalam sidang yang digelar terbuka untuk umum ini, mendatangkan tiga saksi guna dimintai keterangan dihadapan majelis hakim yang diketuai Yulisar.

Tiga saksi tersebut diantaranya Sumianto Tarni (Kepala Sekolah Marlion International Scool) dr. Asraf (dokter spesialis saraf Rumah Sakit Mitra Keluarga) dan Bagus Putra Nusantara (guru Marlion International Scool) yang melihat peristiwa ditabraknya korban oleh terdakwa.

Saksi pertama yang dimintai keterangan adalah Dr. Asraf Fauzi. Dalam kesaksiannya, ahli bedah syaraf RS Mitra Keluarga itu mengatakan, bahwa Vivi (korban) mengalami luka memar di bagian kaki dan tangan akibat tabrakan itu. Sehingga Vivi sempat mejalani rawat inap selama 3 hari di RS Mitra Keluarga. “Korban luka memar di bagian kaki dan tangan,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Marlion International Scool, Sumianto Tarni dalam keteranganya membenarkan bahwa korban Lauw Vina mengalami luka-luka. Kata dia, luka dibagian kaki korban saat itu sempat difoto. Menurut Sumianto Tarni korban hanya mengalami luka di bagian kaki. Ia menyebut tidak ada luka di bagian lain.

Kepada majelis hakim, saksi Sumianto Tarni mengaku bahwa usai kejadian itu dirinya sempat menghubungi terdakwa agar segera menyelesaikan masalah ini karena korban sudah melaporkan kasus ini ke polisi.

“Waktu itu terdakwa akan berangkat ke luar negeri ke China untuk menjenguk saudara terdakwa yang sakit,” ungkapnya.

Untuk membuktikan bahwa terdakwa bukan dalam ramgka melarikan diri, saksi kemudian meminta boarding pass.

Saksi ketiga yakni Bagus Putra Nusantara mengatakan, bahwa saat itu dirinya melihat ada orang yang ditabrak.

Baca Juga:  Sekjen PSSI akan temui Wali Kota Tri Rismaharini bahas laga Timnas U19

“Ada mobil dari area parkir sedangkan korban sedang berjalan menuju ke saksi. Posisi saksi sendiri berada di sebelah kanan,” ujarnya.

Diketahui, peristiwa mobil menabrak wali murid ini terjadi pada Jumat 25 Januari 2019 sekitar pukul 10.00 Wib di Marlion Internasional School.

Saat itu, terdakwa Imelda Budiantosedang menjemput anaknya di Marlion Internasional School dengan mengendarai mobil Sienta bersama suaminya yang duduk di kursi penumpang.

Saat hendak keluar dari parkiran namun mobil, terdakwa terhalang mobil saksi Lauw Vina sehingga tidak bisa lewat. Ketika itu, saksi Lauw Vina hendak mengganti pakaian anaknya yang ada di sekolah Marlion dan memarkirkan mobilnya secara pararel dan selanjutnya langsung masuk ke gedung sekolah.

Marasa laju mobilnya terhalang, terdakwa membunyikan klakson berkali-kali hingga datang saksi Agus Supriyanto yang selanjutnya memanggil saksi Lauw Vina dan meminta agar saksi Lauw Vina memindahkan mobilnya karena menghalangi jalan.

“Kemudian saksi Lauw Vina berjalan menuju ke mobilnya dan melewati mobil terdakwa, saat itu terdakwa membuka kaca mobilnya dan mencaci maki Lauw Vina,” ujar jaksa Darwis dalam dakwaannya.

Namun saksi Lauw Vina tidak menghiraukannya lalu memarkirkannya. Setelah saksi Lauw Vina memarkirkan mobilnya, kemudian berjalan melewati mobil terdakwa. Saat itu, terdakwa membunyikan klakson secara terus menerus dan saksi mengacungkan jempol ke arah depan mobil terdakwa.

“Bahwa dengan terbawa emosi saat saksi Lauw Vina berjalan searah dengan mobil terdakwa dan terdakwa menjalankan mobilnya ke arah saksi Lauw Vina hingga mobil terdakwa menyerempet saksi Lauw Vina dan spion mobil terdakwa mengenai lengan kanan Lauw Vina sehingga membuat saksi terjatuh sedangkan terdakwa tetap mengendarai mobilnya,” beber Darwis dalam dakwaannya.@rofik

Baca Juga:  Pemkot Malang kucurkan dana Rp 5 miliar untuk sistem ekonomi kreatif berbasis digital

CAPTION: Lauw Vina alias Vivi (putih) saat menghadiri sidang Pemeriksaan Setempat (PS) perkara mobil tabrak wali murid di Marlion Internasional School, Jalan HR Muhammad, Surabaya, Selasa (16/07/2019). FOTO: rofik-LICOM