Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Clipan Finance dilaporkan konsumen ke polisi
Faizal didampingi Nur Huda kuasa hukumnya menunjukkan STNK dan kunci mobil miliknya. FOTO: rofik-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Clipan Finance dilaporkan konsumen ke polisi 

LENSAINDONESIA.COM: Faizal, warga Petemon III Surabaya menjadi korban perlakuan kasar debt collector Clipan Finance gara-gara menungak angsuran mobil.

Pintu rumah kost kreditur satu unit mobil ini digedor-gedor oleh juru tagih Clipan Finance hingga membuat tetangga kanan-kirinya meresa terganggu.

Selain itu, debt collector juga mendatangkan tukang kunci panggilan untu mengambil paksa mobil Faizal. Peristiwa ini terjadi pada Jumat 13 Juli 2019 lalu.

“Mereka menggedor pintu kost dan memaksa saya mengembalikan mobil, namun tidak saya kasih karena saya masih bisa bayar,” Faisal kepada wartawan, Kamis (18/07/2019).

Faisal menjelaskan, dirinya sempat akan membayar separuh dari tunggakannya, namun oleh pihak leasing ditolak. Ia diminta membayar semuanya. “Saya sudah minta keringan untuk membayar separuh tunggakan, tapi pihak leasing meminta untuk dilunasi semuanya,” tambahnya.

Dalam melakukan penarikan pada mobil, depp colector tersebut melakukan pemaksaan dan mengancam Faizal. “Saya tidak berani berteriak karena mereka mengancam keselamatan saya,” ungkapnya.

Kemudian, Faizal mendatangi kantor Clipan Finance untuk membayar tunggakan angsuran untuk bisa mengambil kembali mobilnya. Namun sayangnya, oleh pihak Clipan Finance justru dipersulit. Faizal malah diminta membayar semua angsuran bila ingin mobilnya kembali.

“Sempat meminta negosiasi atas tunggakan selama 5 bulan dengan dibayar 3 kali pembayaran. Setelah itu (mobil ditarik) pihak Clipan meminta saya membayar semua tunggakan selama 5 bulan. Setelah saya datangi kantornya, malah saya diminta membayar Rp 80 juta jika ingin BPKB bisa keluar,” jelas Faizal.

Karena merasa dirugikan, Faizal pun terpaksa menempuh jalur hukum dengan menunjuk Nur Huda, SH dari Amar Law sebagai pengacara untuk melaporkan perkara tersebut ke Polrestabes Surabaya.

Kepada wartawan Nur Huda mengatakan, dengan mengirim orang suruhan (debt collector) Clipan Finance telah menyalahi prosedur hukum terlebih penagihan dilakukan dengan cara melakukan pengancaman kepada konsumen dan mengambil paksa kendaraan kliennya.

Baca Juga:  Inovasi dan pembangunan berhasil, Surabaya jadi perhatian dunia

“Mereka datang dengan menggedor pintu secara kasar. Bahkan klien kami diancam sehingga merasa ketakutan, bahkan mereka mendatangkan tungkan kunci untuk menduplikat kontak mobil,” terang Nur Huda.

Tindakan menggandakan kunci tanpa seizin pemilik tersebut, menurut Nur Huda sebuah tindakan pidana sebagai mana diatur dalam pasal 170 KUHP.

“Ini sudah tindakan pidana dimana klien kami juga diancam sebagai mana diatur dalam pasal 368 KUHP dan kami akan membawanya ke jalur hukum,” paparnya.

Selain itu, debt collector yang diutus melakukan pengambilan paksa kendaraan kliennya, bukan bagian dari Clipan Finace yang mengikat.

“Mereka (debt collector) itu bukan karyawan, tapi pihak eksternal yang disewa pihak leasint,” pungkasnya.@rofik

CAPTION: Faizal didampingi kuasa hukumnya menunjukkan STNK dan kunci mobilnya. FOTO: rofik-LICOM