Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Ini komentar Bukalapak terkait keamanan simpan uang secara digital
Nasabah bertransaksi di anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Mandiri, Jakarta, Senin (8/7/2019). Bank Indonesia mencatat pembayaran nontunai secara konsisten terus meningkat hingga awal tahun 2019, yakni melalui penggunaan kartu ATM debit, kartu kredit, dan uang elektronik tumbuh hingga 15,3 persen (year-on-year), lebih tinggi ketimbang pertumbuhan pembayaran tunai yang hanya sebesar 7,4 persen yoy. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/ama.
EKONOMI & BISNIS

Ini komentar Bukalapak terkait keamanan simpan uang secara digital 

LENSAINDONESIA.COM: Terkait marebaknya kabar bahwa saldo milik nasabah Bank Mandiri berubah nominal, hal ini mengindikasikan layanan perbankan tersebut tingkat keamanannya masih dipertanyakan.

Tak ayal lagi bahwa kini masyarakat sudah banyak menggunakan jasa e-money sebagai wadah untuk menyimpan uang secara digital, terlebih melalui e-commerce dan jasa operator selular yang juga memfasilitasi fitur uang elektronik tersebut.

Victor Lesmana, Director of Payment, Fintech and Virtual Products Bukalapak berkomentar terkait amannya menyimpan uang melalui e-wallet atau digital payment.

Ia mengatakan, Bukalapak mengusung misi terciptanya ekonomi digital di Indonesia dan digital payment (pembayaran digital) jadi salah satu cara memberikan keleluasaan akses masyarakat terhadap layanan finansial perbankan.

“Dari sisi penggunaan e-money telah nampak dalam riset Morgan Stanley memprediksi jumlah transaksi melalui pembayaran digital akan mencapai USD50 miliar pada 2027. Sementara itu, mengacu data Bank Indonesia (BI), nilai transaksi pembayaran digital atau uang elektronik menyentuh Rp47,19 triliun sepanjang 2018. Angka itu meningkat empat kali lipat dibandingkan nilai transaksi tahun sebelumnya, yang sebesar Rp12,37 triliun,” papar Victor saat dikonfirmasi Lensaindonesia.com, Minggu malam (22/07/2019).

Ia menambahkan, hanya saja tingkat inklusi keuangan di Indonesia menjadi salah satu tantangannya.

“Jumlah masyarakat yang telah menikmati layanan finansial perbankan hanya berkisar di 50% dari seluruh penduduk Indonesia, dan biasanya hanya berupa layanan perbankan primer. Separuh penduduk sisanya masih bertransaksi menggunakan uang kas keras,” tandas Victor.

Dari sisi keamanan e-money di lahan e-commerce, menurut Victor, Bukalapak bekerja sama dengan DANA sebagai penyedia layanan pembayaran digital terpercaya, serta memiliki standard keamanan kelas dunia, telah diawasi 24 jam untuk memastikan kelancaran dan keamanan transaksi.

“Bukalapak memiliki tim yang selalu memantau seluruh transaksi serta selalu memperkokoh keamanan sistem terhadap upaya peretasan yang dilakukan pihak-pihak tidak bertanggungjawab,” tegasnya.

Baca Juga:  La Nyalla dorong pengusaha daerah lebih kreatif hadapi perang dagang

Tak hanya transaksi jual beli, lanjutnya, untuk pembayaran virtual products seperti BukaZakat, BukaReksa, BukaAsuransi hingga yang baru saja diluncurkan; Pembiayaan Tunai dan BukaQurban pun sudah siap melayani maksimal.

“Bukalapak, DANA, dan institusi keuangan/perbankan lainnya merupakan bagian dari ekosistem ekonomi digital di Indonesia. Bukalapak akan terus berinovasi bersama mitra-mitra lainnya untuk memastikan inklusi keuangan di Indonesia dapat mencakup seluruh masyarakat,” pungkas Victor.@Eld-Licom

Foto: Nasabah Bank Mandiri bertransaksi melalui ATM (Anjungan Tunai Mandiri), ilust istimewa