Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Naik pitam, Humas PN Surabaya bantah penitera karaoke bersama purel
Diva Karaoke di I&M Hotel Jalan Arjuno Surabaya. FOTO: rofik-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Naik pitam, Humas PN Surabaya bantah penitera karaoke bersama purel 

LENSAINDONESIA.COM: Humas Pengadilan Negeri Surabaya, Martin Ginting naik pitam saat wartawan mencoba wawancara tentang hasil pamanggilan dan komfirmasi terhadap panitera yang kedapatan karaoke bersama wanita penghibur (purel) saat jam kerja.

Martin mengatakan, saat ini pihaknya telah membentuk tim untuk menyelidiki informasi tentang masalah tersebut. Ia berjanji akan mengumumkan hasil pemeriksaan terhadap beberapa panitera itu kepada media.

“Sudah diperiksa, nanti akan kami lakukan jumpa pers,” katannya melalui telepon, Rabu (24/07/2019).

Martin yang seorang hakim ini lantas dengan nada tinggi menyatakan, tidak ada minuman keras (miras) dan purel dalam ruang karaoke yang ditempati panitera.

“Saat itu saya pastikan tidak ada miras dan perempuan, juga asusila. Itu tidak benar dan saya sudah mendapat jawaban dari pihak terkait,” bentaknya.

Dengan suara penuh emosi, Martin juga menuding lensaindonesia membuat berita tidak benar dan sepihak tanpa adanya konfirmasi terlebih dahulu.

“Berita anda sepihak tanpa dikonfirmasi terlebih dahulu,” hardiknya sembari mematikan ponsel da memblokir nomor wartawan lensaindonesia.com di ponselnya.

Sebelumnya, Ketua Pengadilan Negeri Surabaya Nur Syam menyatakan akan memanggil beberapa Panitera yang kedapatan karaoke bersama purel (wanita penghibur) di Diva Karaoke Hotel I&M, Jalan Arjuno pada Jumat 19 Juli 2019 lalu itu.

Kata Nur Syam, para panitera itu akan dipanggil untuk dimintai keterangan pada Senin 22 Juli 2019.

“Hari senin besok, saya akan panggil dan konfirmasi terkait ini,” terang Nur Syam saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Jumat (19/07/2019).

Disinggung sanksi yang akan dijatuhkan kepada oknum panitera tersebut, Nur Syam enggan menanggapi. “Terima kasih informasinya,” singkatnya.

Selain mewawancarai Nur Syam, lensaindonesia.com juga sempat menemui ‘T’ seorang panitera yang ikut berkaraoke.

T yang ditemui di kasir Diva Karaoke mengaku bila para purel yang menemaninya berkaraoke itu sudah berada di tempat (karaoke) sebelum dirinya datang. “Udah mabuk dari tadi, sebelum (saya) ke sini,” ujarnya sesaat usai karaoke, Jumat 19 Juli 2019 lalu.

Diketahui, beberapa oknum Panitera Pengadilan Negeri Surabaya kedapatan asyik karaoke di Hotel I&M Jalan Arjuno, Jumat 19 Juli 2019 sekitar pukul 14.55 WIB.

Ironisnya, karaoke saat jam kerja ini mereka lakukan dengan menyewa purel.

Oknum Panitera PN Surabaya berpakaian preman yang kedapatan berada di ruang karaoke Hotel I&M room 9 itu diantaranya berinisial B, S dan T. Selain mereka, di ruangan tersebut juga terdapat beberapa security PN Surabaya.

Diperkirakan, keberadaan security di ruang karaoke tersebut karena diajak oleh para panitera.

Dari pantauan LICOM, beberapa purel yang di room karaoke itu tampak mabuk berat, diduga akibat pengaruh minuman keras (miras).

Mungkin karena terlalu teler, para purel yang disewa panitera itu terlihat beberapa kali salah masuk ke toilet pria ketika hendak buang air kecil. Dari adanya purel-purel yang disewa sudah teler tersebut, diduga para panitera sudah berada di karaoke beberapa jam sebelumnya.

Sementara itu, panitera berinisial T saat ditemui LICOM di kasir karaoke mengaku bila para purel yang menemaninya berkaraoke itu sudah berada di tempat (karaoke) sebelum dirinya datang. “Udah mabuk dari tadi, sebelum (saya) ke sini,” ujar mengelak.@rofik

CAPTION: Diva Karaoke di I&M Hotel Jalan Arjuno Surabaya. FOTO: rofik-LICOM