Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Penggemar ganja silahkan datang ke 5 negara ini
Coffe shop menyediakan ganja sebagai menunya di Belanda
HEADLINE

Penggemar ganja silahkan datang ke 5 negara ini 

LENSAINDONESIA.COM: Indonesia termasuk negara yang mengharamkan ganja dan memasukkannya ke dalam narkotika golongan 1. Artinya, boleh dipakai namun hanya dalam jumlah terbatas untuk keperluan riset. Itupun atas persetujuan pihak berwenang.

Narkotika golongan 1 juga berarti tidak diperbolehkan untuk pelayanan kesehatan. Karena itulah, apapun alasannya, pemakaian ganja untuk medis secara hukum tetap tidak diizinkan.

Namun aturan tentang ganja berbeda-beda di tiap negara. Sejumlah negara di dunia melegalkan ganja untuk tujuan medis dan terapi, bahkan beberapa negara justru melegalkan pemakaian untuk rekreasional.

Berikut daftar 5 negara yang memberikan kelonggaran regulasi tentang ganja medis maupun rekreasional;

1. Belanda
Belanda adalah negara utama yang menjadi surga penikmat ganja maupun produk-produk turunannya. Di tempat ini, penggunaan ganja untuk rekreasional diperbolehkan. Ganja dalam berbagai rupa mudah sekali ditemukan di ‘cofeeshop’ kota Amsterdam. Bahkan produk turunan ganja ada yang diolah sebagai kue. Hanya saja untuk mengkonsumsinya tak boleh di tempat umum dan pemerintah masih menganggap ilegal siapapun yang menanam ganja.

2. Jamaika
Image tentang ganja berikut musik reaggae sangat melekat di negara ini. Pemakaian ganja di negara legenda reaggae Bob Marley ini sudah dilegalkan sejak tahun 2015 lalu. Kepemilikan dalam jumlah kecil diperbolehkan.

3. Kanada
Negara ini sudah menerapkan legalisasi penuh terhadap ganja sejak tahun 2018. Itu berarti baik ganja untuk tujuan medis maupun rekreasional tidak dilarang. Izin atau lisensi menanam ganja bagi warga umum juga diperbolehkan asalkan tidak mempromosikan.

4. Amerika Serikat
Sejumlah negara bagian di Amerika Serikat menerapkan aturan berbeda terkait ganja. Beberapa negara bagian mengizinkan pemakaian ganja medis untuk pengobatan, namun yang lain masih melarang dengan sangat ketat.

Baca Juga:  Indosat Ooredoo-Facebook dorong inklusi digital melalui "Internet 101"

5. Thailand
Negeri Gajah Putih ini menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang melegalkan penggunaan ganja medis untuk pengobatan dan ilmu pengetahuan. Kebijakan ini diambil akhir tahun 2018 dan dianggap angin segar bagi pasien yang membutuhkan alternatif penghilang rasa sakit. @dc/LI-15