Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Alumni Poltekbang Surabaya jadi korban kecelakaan pesawat Cessna di Sungai Cimanuk
CAPTION: Penyambutan kedatangan jenazah M. Salman Alfarisi di Terminal Cargo Bandara Internasional Juanda Surabaya. FOTO: Dok Humas Poltekbang Surabaya
HEADLINE JATIM RAYA

Alumni Poltekbang Surabaya jadi korban kecelakaan pesawat Cessna di Sungai Cimanuk 

LENSAINDONESIA.COM: Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya berduka. M. Salman Alfarisi Alumnus taruna Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Surabaya yang saat ini berubah nama menjadi Poltekbang Surabaya meninggal dunia akibat kecelakaan pesawat latih jenis Cessna 172 yang terjatuh di Sungai Cimanuk, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat pada Senin 22 Juli 2019 lalu.

Direktur Poltekbang Surabaya Achmad Setiyo Prabowo mengaku ikut merasakan duka yang mendalam atas meninggalnya alumni anak didiknya itu.

“Kami civitas Politeknik Penerbangan Surabaya berduka atas meninggalnya M. Salman Alfarisi saat menerbangkan pesawat Cessna. Almarhum adalah alumni kami lulusan tahun 2014 D3 (Diploma 3) Teknik Pesawat Udara,” ujar Achmad Setiyo, Kamis (25/07/2019).

Ia melanjutkan, selama mengikuti pendidikan di ATKP Surabaya Salman adalah taruna yang baik dan rajin. Setelah lulus Salman menjadi seorang engineering pesawat dan bekerja di Lion Group. Namun dalam perjalanannya, Salman memutuskan untuk alih profesi menjadi pilot, sehingga memutuskan untuk sekolah lagi.

“Jadi awalnya saat lulus dari ATKP, Salman adalah engineering karena lulusan teknik pesawat udara. Tapi dia ingin alih profesi menjadi pilot dan dia sekolah lagi, dan sekarang sekarang mengalami musibah ini. Ia jatuh saat membawa pesawat Cessna 172. Tentunya ini duka dalam dunia penerbangan di Indonesia. Semoga peristiwa ini tidak terjadi lagi,” harap Achmad Setiyo.

Tak hanya itu, Direktur Poltekbang Surabaya juga sempat melakukan penyambutan kedatangan jenazah di Terminal Cargo Bandara Internasional Juanda Surabaya. Selanjutnya jenazah dibawa dengan mobil ambulan menuju rumah orang tuanya di Kota Pasuruan, Jawa Timur.

“Kami juga melakukan proses kedatangan jenazah almarhum Salman Alfarisi. Prosesi ini merupakan proses yang sangat sakral dan penghormatan terakhir dari rekan alumni dan Taruna Poltekbang Surabaya, terutama dari Prodi Teknik Pesawat Udara,” tandasnya.

Baca Juga:  125 pelanggan IndiHome ini masing-masing dapat Rp 10 juta, caranya?

Seperti diberitakan, sebuah pesawat latih jenis Cessna jatuh di Sungai Cimanuk, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin 22 Juli 2019 sekitar pukul 14.50 WIB. Dikabarkan ada dua orang penumpang di dalam pesawat tersebut.

Kapolres Indramayu, AKBP Yoris Marzuki, mengatakan pesawat jatuh di Sungai Rambatan Cimanuk Desa Lamaran Tarung Kecamatan Cantigi Kabupaten Indramayu.

Berdasarkan informasi saksi, pesawat terlihat oleng sebelum jatuh ke sungai. “Saksi mendengar suara keras dan ternyata ada pesawat yang oleng dan kemudian jatuh ke sungai,” ungkap Yoris.

Saat pesawat jatuh, saksi melihat dua penumpang berusaha menyelamatkan diri. Namun, salah satu penumpang diduga hanyut terbawa arus sungai.

Kedua identitas pilot pesawat yang nahas itu adalah Arthur Arfa dan M. Salman Alfarisi. Arthur ditemukan selamat, namun tidak demikian dengan Salman yang pada akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Selasa 23 Juli 2019.@sarifa

CAPTION: Penyambutan kedatangan jenazah M. Salman Alfarisi di Terminal Cargo Bandara Internasional Juanda Surabaya. FOTO: Dok Humas Poltekbang Surabaya