Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
18 Tahun JFC-nya Jember mendunia, sayangnya Jatim tidak mampu jadikan tambang devisa
EKONOMI & BISNIS

18 Tahun JFC-nya Jember mendunia, sayangnya Jatim tidak mampu jadikan tambang devisa 

LENSAINDONESIA.COM: Jember Fashion Carnaval (JFC) ke 18 digelar di Jember mulai hari ini,31 Juli hingga 4 Agustus 2019. Pemerintah diharapkan merumuskan pendirian sekolah karnaval sebagai salah satu pengembangan sektor kreatif di Indonesia.

Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah mengatakan pelaksanaan JFC ke 18 pada tahun 2019 ini diharapkan pemerintah mulai merumuskan secara sistematis pengembangan sekolah karnaval di Indonesia.

“Almarhum Dynan Fariz memiliki cita-cita untuk mendirikan sekolah karnaval. Saya harap pemerintah mulai merumuskan pendirian sekolah karnaval di Indonesia,” ujar Anang di Jakarta, jelang JFC.

Karya kreasi disain busana “out of the box” merupakan warisan kekayaan budaya Nusantara ini membanjiri area “cat walk” di sepanjang jalan jantung Kota Jember. Sayang, ada ketimpangan daya apresiasi publik. @dok. ist

Menurut Anang, sekolah karnaval memiliki nilai penting untuk pengembangan Jember sebagai kota karnavalDengan adanya sekolah karnaval diharapkan konsep karnaval senantiasa mengalami pengembangan dengan kurikulum yang visioner.

“Sekolah karnaval sebagai perwujudan untuk keberlangsungan karnaval agar memiliki visi ke depan yang dampak sosial serta ekonomi terasa bagi masyarakat luas,” tambah Anang, yang ruang kerja komisinya (X) membidangi pendidikan, sejarah, dan olahraga.

Musisi asal Jember ini juga mendorong Pemerintah Kabupaten Jember untuk mendirikan monumen karnaval berkelas dunia, sebagai dedikasi untuk ide-ide besar Dynan dalam konsep karnaval yang digelar di Jember.

“Dynan tidak hanya menjadi tokoh Jember dan Indonesia, tapi almarhum telah melegenda menjadi tokoh internasional di bidang karnval. Sudah selayaknya ada monumen khusus untuk merawat ide dan kreasi almarhum,” tandas Anang.

Tidak berlebihan Anang mengusulkan khususnya monumen JFC bertaraf dunia ini. Sebagai Anggota Komisi X yang daerah pemilihannya meliputi daerah kampung halamannya Jember, Jawa Timur, sudah sepatutnya Anang berpikir lompatan ke depan. Betapa tidak cerdas dan kontraprodukstif dengan karya besar dan berskala internasional yang sudah dirintis susah payah kreatornya, almarhum Dynan Fariz, apabila Pemda Jember maupun masyarakatnya, termasuk Jawa Timur tidak tergerak mengembangkan. Pasalnya, even ini sudah mampu menyedot turis mancanegara hingga menjadi tambang devisa sektor wisata di Jawa Timur.

Baca Juga:  Cerita Risma menolak tawaran kursi menteri dari Megawati dan Jokowi

Sebagaimana maklum, gelaran JFC merupakan hasil kreasi ide dan perjuangan keras Dynan Fariz. Berkreatifitas di sebuah kabupaten yang sebelumnya dipandang sebelah mata di Jawa Timur, akhirnya menjadi sebuah karya besar yang dperhatikan dunia. Bahkan, dari ide ini melahirkan berbagai ide kreatif lainnya yang mengisnpirasi kota-kota lain di Indonesia dan dunia. Dynan meninggal dunia pada 17 April 2019 lalu di Jember. @licom_09