Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Banten terdata gangguan jiwa tinggi, FIK UI promosi kesehatan penyakit kronis di Pandeglang
HEADLINE

Banten terdata gangguan jiwa tinggi, FIK UI promosi kesehatan penyakit kronis di Pandeglang 

LENSAINDONESIA.COM: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) kembali melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat (Pengmas). Kali ini, bertajuk Promosi Kesehatan Jiwa Masyarakat dengan Penyakit Kronis.

Kegiatan ini, menurut siaran pers Humas UI, bekerjasama dengan Departemen Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia (DRPM UI). Dilakukan di tiga desa Kabupaten Pandeglang, Jawa Barat. Yaitu, Desa Banyubiru, Desa Sukarame, dan Kecamatan Sumber Jaya Kabupaten Pandeglang, Banten.

Pengmas berlangsung 21-24 Juli 2019 itu didasarkan atas tingginya angka gangguan jiwa di Provinsi Banten sesuai data Riskesdas. Disebutkan, misalnya 2018, angka kejadian gangguan mental emosional di Provinsi Banten mencapai 14%, Gangguan jiwa berat adalah 0,57%, dan Depresi 8,7%.

Pengabdi Masyarakat FIK UI Ice Yulia menerangkan, berdasarkan hasil survei di daerah Banyubiru didapatkan masalah kesehatan tertinggi adalah penyakit kronis, dengan hipertensi mencapai 50 orang, diabetes melitus 30 orang, dan gangguan jiwa berat 2 orang.

Masalah psikososial, lanjut dia, yang sering menyertai penyakit kronis adalah kecemasan dan depresi. Efek dari kecemasan dan depresi akibat penyakit kronis adalah potensi tindakan bunuh diri.

“Peduli kondisi tersebut, kami turun langsung ke wilayah Pandeglang, terkhusus daerah ini juga terkena dampak langsung bencana Tsunami pada 22 Desember 2018 lalu. Diharapkan kegiatan Pengmas kami memberikan upaya penanganan yang efektif, terutama pada masyarakat dengan masalah penyakit kronis agar tidak mengalami masalah kejiwaan lebih lanjut,” kata Ice.

Program Promosi kesehatan jiwa ini digagas Ns. Giur Hargiana, M.Kep., Sp.Kep., dan Ns. Ice Yulia Wardani,.M.Kep.,Sp.Kep.J, serta Ns. Poppy Fitriyani, M.Kep., Sp.Kep.Kom. Tentunya, didukung mahasiswa program magister peminatan keperawatan jiwa FIK UI.

Rangkaian kegiatannya antara lain, deteksi dini masalah kesehatan jiwa pada masyarakat. Dan, pelatihan kader untuk deteksi dini masalah kesehatan jiwa keluarga menggunakan SRQ (Self-reported questionnaire) dan formulir Indikator Keluarga Sehat (IKS). Juga pelatihan teknik manajemen stres kepada kader dan masyarakat untuk mengurangi dampak psikologis dari penyakit kronis.

Baca Juga:  Joko Widodo-Ma'ruf Amin resmi dilantik jadi Presiden dan Wakil Presiden RI

Tim Pengmas FIK UI melibatkan para kader untuk dilatih agar dapat menjadi agent of change serta meneruskan aksi yang digagas para dosen keperawatan UI. Jumlah kader yang mengikuti kegiatan ini dari desa Sukarame sebanyak 14 orang dan Banyubiru 13 orang.

Peserta pelatihan menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat positif. Kader dapat mengetahui pendekatan untuk membantu menyelesaikan masalah kesehatan jiwa pada masyarakat dengan penyakit kronis. Selain itu, para kader juga berharap melalui kegiatan ini kader dapat membantu dalam mengubah perilaku masyarakat untuk lebih sadar dengan pentingnya kesehatan jiwa terutama pada masyarakat dengan penyakit kronis. @licom_09

Autentikasi:
Dr. Rifelly Dewi Astuti, SE, MM
Kepala Humas dan KIP UI