Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.  
Pemkab dan Pemkot Bekasi dinilai ceroboh, Kali Bahagia berubah bak sampah jumbo
HEADLINE

Pemkab dan Pemkot Bekasi dinilai ceroboh, Kali Bahagia berubah bak sampah jumbo 

LENSAINDONESIA,COM: Banjir sampah sepanjang Kali Busa atau Kali Bahagia, Desa Babelan, Kab Bekasi yang beberapa bulan lalu sempat bikin heboh, kini terulang lagi. Kondisinya semakin memprihatinkan, sepanjang kali kembali berubah tak ubahnya bak sampah jumbo alias besar.

Kondisi miris ini lantaran dampak tidak terbangunnya kesadaran warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, maupun menjaga ekosistem. Bahkan, muncul penilaian pegiat lingkungan bahwa kondisi ini akibat kecerobohan pemerintah daerah hingga pengawasan lemah.

Pengamat Lingkungan Hidup Bagong Suyoto juga mengritisi keras. Kondisi sampah di kali yang sangat akut itu, menurut dia, bukti semrawutnya permasalahan sampah bagi Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

Bagong sangat prihatin, karena kondisi ini fakta rendahnya kepedulian warga dan pemerintah terhadap permasalahan sampah. Masyarakat buang sampah seenaknya jadi budaya yang memprihatinkan.

“Seharusnya pemerintahan kabupaten dan Kota Bekasi saling bahu membahu, tidak saling lempar tanggungjawab. Warga yang ketahuan buang sampah di sungai beri sanksi saja Rp 5 juta, biar jera,” tegasnya, geram menanggapi kondisi kali yang memprihatinkan, Jumat (02/08/2019).

Bagong berpandangan, intinya untuk mengatasi persoalan semrawutnya pengelolàan sampah harus ada kemauan kuat dari pemerintah baik kota dan Kab Bekasi.

“Kedua pemerintahan itu harus menumbuhkan budaya warganya tidak buang sampah sembarangan dan seenaknya,” kata Bagong. Artinya, bagaimana warga supaya muncul rasa bersalah apabila buang sampah sembarangan.

Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten. Bekasi beserta aparat TNI setempat, terpaksa membersihkan dengan cara mengeruk sampah yang memenuhi sepanjang Kali Busa pada Kamis (01/8/2019).

Sampah setelah dibersihkan dalam jumlah tidak sedikit, kemudian dipindahkan ke tempat pembuangan sampah yang disiapkan. Tentu, kegiatan pengerukan ini juga berdampak pemborosan anggaran pemerintah daerah, karena kegiatan pembersihan butuh anggaran tidak sedikit. Lebih parah lagi, lingkungan juga terdampak tidak sehat, dan air kali dipastikan beracun. @sofie

Baca Juga:  Escalator Tunjungan Plasa ambruk, 2 pengunjung nyaris jadi korban