Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Sidang pencemaran Walikota Bekasi berizasah palsu jadi polemik, saksi enggan hadir
Pengadilan Negeri Kota Bekasi menjadi perhatian publik Kota Bekasi, karena menyidangkan kasus pencemaran nama baik Wali Kota Rahkmad Effendi. @dok.ist
HEADLINE

Sidang pencemaran Walikota Bekasi berizasah palsu jadi polemik, saksi enggan hadir 

LENSAINDONESIA.COM: Sidang Pengadilan Negeri Kota Bekasi terkait dugaan pencemaran nama baik terhadap Walikota Bekasi Rahmat Effendi, kini menjadi polemik di kota Bekasi. Pasalnya, terdakwa Syahrizal menuding majelis hakim tidak adil selama proses persidangan. Benarkah?

Persidangan tersebut pada pekan ini, tepatnya Rabu (7/8/2019), memasuki sidang ke 9. Namun, Majelis Hakim yang diketuai Adeng Abdul Kohar menolak memanggil secara resmi saksi yang meringankan terdakwa.

Syahrizal (44) sebagai terdakwa menuding Ketua Majelis Hakim tidak sungguh-sungguh menggali kebenaran materiil, untuk menghadirkan 11 saksi yang diajukan terdakwa.

“Saya sudah ajukan saksi dari 1 juli 2019 ke Ketua Majelis Hakim, dan sampai sekarang saksinya belum juga dipanggil, lantas apa yang mau disidang?” ucap Syahrizal, mengadu kepada awak media terkait proses sidang pada Rabu itu, Jumat (8/8/2019).

Secata terpisah, F. Taswin sebagai saksi kunci mengaku dirinya sebelumnya diminta hakim saat sidang, agar hadir di persidangan lanjutan. Tapi, ia sengaja tidak datang. Alasan Taswin, karena tidak ada surat panggilan terhadap dirinya.

“Pengadilan itu merupakan lembaga negara, siapa pun yang diminta hadir untuk jadi saksi adalah atas dasar hukum, bukan atas dasar perintah pribadi,” kata Taswin, menjelaskan pada awak media.

Taswin menegaskan, dirinya akan hadir jadi saksi di persidangan jika lembaga peradilan memanggilnya secara resmi untuk menjadi saksi.

“Hei, besok kamu jadi saksi saya, ya! Gak bisa begitu cara memanggil jadi saksi di pengadilan. Kalau secara patut dan sah, maka saya berkewajiban untuk hadir, karena negara yang minta untuk tegaknya hukum demi keadilan,” ucap Taswin.

Senada dengan Taswin, Bambang Sunaryo mantan advokasi calon Walikota Bekasi yang namanya juga tercantum dalam daftar saksi, mengatakan siap untuk menjadi saksi atas kasus Syahrizal.

Baca Juga:  Pakai aplikasi Snapchat kini dapat 5Gb paket kuota IM3 Ooredoo

“Saya siap, tapi tetap harus pakai surat panggilan yang sah,” ucap Bambang, kepada awak media.

Sementara itu, Syahrizal lewat surat resminya yang diberikan langsung kepada ketua majelis hakim pada Rabu lalu (7/8/2019), dia mengatakan kewajiban hakim untuk mendengar keterangan saksi sesuai bunyi Pasal 160 KUHAP. Karena pasal itu menyebutkan, bahwa sebelum menjatuhkan putusan, ketua majelis hakim wajib mendengarkan keterangan saksi.

“Kalau ada kata wajib berarti harus dilakukan, dong. Bahkan, saksi yang saya ajukan jika tidak mau hadir, ya seharusnya hakim mengupayakan untuk hadir,” kata Syahrial.

Lantas, Syahrial mengutip buku Hukum Pidana dari Dr. P.A.F Lamintang SH. Isinya antara lain, lanjut Syahrizal, bahwa pemanggilan saksi juga sudah jelas diatur dalam Pasal 146 ayat (2) KUHAP, yakni pemanggilan saksi meringankan (a de charge) sama seperti pemanggilan saksi yang dilakukan oleh penuntut umum.

“Aturan sudah jelas, kenapa pemanggilan tidak dilakukan?” ucapnya.

Syahrizal juga meminta kepada ketua majelis hakim untuk menghadirkan paksa Rahmat Effendi yang telah 3 kali dipanggil secara sah, namun mangkir.

Syahrizal mengatakan, Rahmat Effendi-lah yang meminta agar sidang ini digelar, tapi dia (Rahmat Effendi) sendiri yang tidak menghadiri sidang. Sementara yang melaporkan Syahrizal mencemarkan nama baik Walikota, orang lain.

“Kalau setiap sidang Rabu alasan keluar kota, ya sidangnya ganti hari aja, masa setiap hari dia (Rahmat Effendi) selalu keluar kota?”, kata Syarizal, kesal,

Syahrizal juga sudah meminta kepada Ketua Majelis Hakim, segera memanggil Ketua Bawaslu Abhan, Komisioner Bawaslu Fritz Siregar, Kapolres Bekasi Kompol. Indarto, untuk dihadapkan di persidangan selanjutnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Hakim Adeng Abdul Kohar dalam sidang Rabu lalu, menegaskan, majelis hakim tetap pada pendirian, bahwa hakim tidak memiliki kewenangan untuk memanggil dan menghadirkan saksi yang meringankan terdakwa.

Baca Juga:  Pelatihan bikin martabak manis ala chef Eko, bikin ibu-ibu ketagihan

“Saya sudah katakan dari sidang sebelumnya, bahwa hakim tidak memiliki kewenangan untuk memanggil saksi. Silahkan Anda panggil sendiri saksi Anda,” ucap Ketua Majelis Hakim.

Diketahui, Syahrizal didakwah mencemarkan nama baik Walikota Bekasi Rahmat Efendi, berawal dari unggahan di medsos yang dilakukan terdakwa Syarizal dengan akun bernama Tuah Abdi di facebook. Isinya tudingan pada walikota Bekasi, Rahmat Effendi dengan menyebut berijasah SMU palsu.

Akibat tudingan itu, Syahrizal pemilik akun dilaporkan ke polisi oleh Mardani Ahmad sebagai pelanggaran UU ITE dengan dakwaan pencemaran nama baik dan fitnah terhadap Walikota Bekasi. @fie