Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Ancam mutasi anak buah jadi ‘penjaga gunung’, Menteri Jonan dinilai kurang capability di bidang ESDM
Menteri ESDM Ignasius Jonan. FOTO: beritasatu
HEADLINE DEMOKRASI

Ancam mutasi anak buah jadi ‘penjaga gunung’, Menteri Jonan dinilai kurang capability di bidang ESDM 

LENSAINDONESIA.COM: Ucapan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan yang mengancam akan memindahkan pegawainya sebagai ‘penjaga gunung’ di pusat vulkanologi bila tidak bisa cepat memproses perizinan berusaha, mendapat tanggapan dari Anggota Komisi V DPR RI, Bambang Haryo Soekartono.

Bambang menganggap, apa yang diucapkan oleh Menteri Jonan adalah keliru. Meskipun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi itu berada dibawah naungan Kementerian ESDM, namun tak serta merta Jonan bisa melakukan pemutasian begitu saja.

“Pusat vulkanologi adalah tempat yang sangat vital. Tidak boleh ditempati oleh orang-orang yang memiliki reputasi tidak baik, harus orang-orang yang berkompetensi. Karena di situ merupakan tempat untuk memantau kondisi daripada gunung merapi, misalnya pada saat terjadi kondisi darurat, orang yang bertugas di vulkanologi harus dapat memberikan informasi kepada publik agar terjadi langkah antisipatif dalam menghadapi bencana yang akan datang,” katanya pada LICOM, Senin (12/08/2019).

Politisi Partai Gerindra ini menjelaskan, untuk bertugas di pusat vulkanologi ada sekolah khususnya, harus benar-benar belajar dan kompeten di bidangnya. Sehingga tidak bisa diisi oleh orang-orang yang sembarangan, apalagi yang dimutasi karena sebuah hukuman bisa membahayakan keselamatan publik nantinya.

Pihaknya menyebut, Menteri Jonan tidak peduli dengan keselamatan nyawa publik, karena dengan cara memutasi bawahannya ke tempat-tempat vulkanologi itu akan sangat membahayakan nyawa masyarakat.

“Pak Jonan ini sudah salah kaprah, orang-orang vulkanologi itu tugasnya bukan soal klenik-klenik tapi mereka bekerja di vulkanologi itu bertugas memantau kondisi gunung-gunung merapi. Jangan sampai terjadi di saat kondisi gunung itu darurat masyarakat tidak tau informasinya, tidak dapat informasinya karena petugas vulkanologinya tidak mengerti tugasnya dengan baik,” tegas politisi Partai Gerindra ini.

Baca Juga:  Jum'at sore ini Jokowi undang Prabowo ke Istana

Lebih jauh, menyoroti soal percepatan perizinan usaha di sektor Kementrian ESDM. Perizinan usaha di sektor Kementrian ESDM yang dipercepat antara 7 sampai 14 hari itu juga merupakan hal keliru.

“Ini juga percepatan perizinan usaha menjadi 7-14 hari itu hal keliru lagi. Karena Menteri ESDM tidak memperhatikan perintah Presiden, bahwa yang ada di Paket Kebijakan Ekonomi (PKE) yang diatur Kemenko Ekonomi itu perizinan tidak boleh lebih dari 3 jam, bukan 7 atau 14 hari. Kalau 7 atau 14 hari dia (Jonan) tidak paham peraturan presiden,” cetus dia.

Disebutkan bahwa istilah itu adalah Paket Kebijakan Ekonomi yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo dari 1 sampai 16 sekarang, dan itu (soal waktu perizinan) ada di Paket Kebijakan Ekonomi nomor IX (9). Bahwa dikatakan, semua perizinan tidak boleh lebih dari 3 jam.

“Jadi menteri ini ngerti nggak ya aturan presiden itu? Kalau ngerti harusnya mengacu ke aturan presiden, kasihan presidennya nanti. Saya rasa ini pencitraan Pak Jonan, tapi pencitraannya tidak mengacu ke aturan presiden atau mengacu kepada keselamatan nyawa publik/masyarakat. Jadi Pak Jonan ini kurang capability (kurang memiliki kemampuan) di bidang ESDM ini saya rasa,” tandas Bambang Haryo.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta anak buahnya bekerja cepat dalam memproses perizinan berusaha. Bila tidak bisa, ancamannya adalah pindah tugas ke gunung sebagai pengamat gunung api.

Jonan menjelaskan, Kementerian ESDM membawahi Badan Geologi. Di bawahnya lagi ada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Itu termasuk pengamat gunung api di pos-pos pengamatan gunung api.

“Jadi vulkanologis kami kerja di situ. Kalau suka klenik-klenik cocok. Harus tahan godaan, kalau digoda penunggunya harus tahan. Jadi kita pindahin ke situ saja,” kata Jonan di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (06/08/2019).@sarifa

Baca Juga:  Timnas Indonesian U-19 hajar China 3-1