Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Menang perhitungan suara ulang, Agoeng Prasodjo berhak satu kursi di DPRD Surabaya
Caleg DPRD Surabaya dari Partai Golkar, Agoeng Prasodjo. FOTO: IWAN-LICOM
HEADLINE DEMOKRASI

Menang perhitungan suara ulang, Agoeng Prasodjo berhak satu kursi di DPRD Surabaya 

LENSAINDONESIA.COM: Hasil Perhitungan Surat Suara Ulang (PSSU) Pileg 2019 di tiga tempat pemungutan suara (TPS) Dapil 4 oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Surabaya, Senin (12/08/2019) menyatakan suara Agoeng Prasodjo unggul atas Aan Ainur Rofiq.

Jika sebelumnya di posisi pertama diraih Aan Ainur Rofiq, setelah dilakukan PSSU, peraih suara terbanyak berubah untuk Agoeng Prasodjo.

Dengan hasil tersebut, caleg incumbent dari Partai Golkar ini berhak mendapatkan satu kursi di DPRD Surabaya.

Dari PSUU tersebut, ternyata terungkap suara Aan Ainur Rofiq kelebihan 47 suara. Sedangkan suara Agoeng Prasodjo hilang 22 suara.

Proses penghitungan surat suara ulang 3 TPS Pileg 2019 di Dapil 4 Surabaya, Senin (12/08/2019). FOTO: IWAN-LICOM

Jika dihitung hasil akhirnya setelah PSSU, Aan Ainur Rofiq mendapatkan 4.676 suara, hasil dari 4.723 (suara awal) dikurangi 47 suara (hasil PSSU).
Sedangkan hasil akhir suara Agoeng Prasodjo adalah 4714 suara. Jumlah ini berasal 4.692 suara awal ditambah 22 suara (hasil PSSU).

Dengan hasil ini, satu kursi DPRD Surabaya dari Golkar di Dapil 4 Surabaya menjadi milik Agoeng Prasodjo.

“Sekali lagi saya tegaskan, ini bukan kecurangan, namun karena ada faktor human error di KPU, yang berakibat fapat merugikan pihak lain,” kata Agoeng usai memenangkan PSSU di KPUD Surabaya.

Menurut ia, pelaksanaan PSSU ini bukan karena persaingan pribadi atau personal sesama caleg Golkar, namun karena kesalahan penghitungan pada pelaksanaan Pileg 2019 kemarin.

“Sekali lagi saya tegaskan, ini bukan kecurangan, namun karena ada faktor human error di KPU, yang berakibat fapat merugikan pihak lain,” kata Agoeng

Untuk diketahui, Agoeng Prasodjo melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dugaan kecurangan pengurangan hasil suara yang diperolehnya, di tiga tempat Pemungutan Suara (TPS) yakni  TPS 30 dan TPS 31 Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan dan TPS 50 Kelurahan Simo Mulyo Baru, Kecamatan Sukomanunggal.

Baca Juga:  Pengunjung Cafe Athena tawuran, satu orang terluka

Hasil putusan MK, memerintahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk melakukan penghitungan suara ulang di tiga tempat pemungutan suara (TPS) di daerah pemilihan (dapil) Surabaya 4.

Hakim konstitusi Enny Nurbaningsih dalam sidang pengucapan putusan di Gedung Mahkamah Konstitusi mengatakan, dalam persidangan terungkap fakta adanya putusan Bawaslu Surabaya yang memerintahkan KPU melakukan perbaikan administrasi terhadap tata cara, prosedur atau mekanisme dengan alasan terdapat ketidaksesuaian pengisian formulir model DA1 plano DPRD kota dengan salinan model DA1 DPRD kota.

“Ketidaksesuaian itu di antaranya dalam kolom TPS 30 dan TPS 31 Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya,” kata Enny.

Selain TPS 30 dan 31 Putat Jaya, penghitungan suara ulang juga diperintahkan untuk dilakukan di TPS 50 Kelurahan Simo Mulyo Baru, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya.

Sementara Ketua MK Anwar Usman menjelaskan, KPU Kota Surabaya untuk melakukan perhitungan ulang di tiga TPS di Surabaya.@wan