Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.  
Penanganan kasus dugaan pemerkosaan berjalan lamban, pengacara korban surati Kapolrestabes Surabaya
PS saat dihadirkan dalam pra rekonstruksi kasus dugaan pemerkosaan di kantor LBH Jl Kampung Malang Tengah, Surabaya, Senin siang (17/06/2019). FOTO: rofik-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Penanganan kasus dugaan pemerkosaan berjalan lamban, pengacara korban surati Kapolrestabes Surabaya 

LENSAINDONESIA.COM: Penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya dinilai lamban dalam menangani kasus dugaan pemerkosaan EDS (22) oleh PS seorang ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH).

Agar kasus dugaan pidana asusila ini tidak terlalu lama mandek,
Abdul Malik selaku kuasa hukum korban EDS akan melayangkan surat kepada Kapolrestabes Surabaya.

“Kami sudah siapkan surat kepada Penyidik Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya dengan ditembuskan langsung kepada Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho. Besok (Selasa 13 Agustus 2019) kita kirim. Kami menanyakan perkembangannya (kasus dugaan pemerkosaan). Karena kami menilai kasus ini sudah sangat lama,” terang Abdul Malik saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Senin (12/08/2019).

Abdul Malik mengungkapkan, selama ini pihaknya tidak pernah mendapat surat pemberitahuan perkembangan hasil pemeriksaan (SP2HP) kasus tersebut sesuai Peraturan Kapolri.

“Surat ini selain menanyakan hasil.perkembangan, juga meminta perlindungan hukum, dan kami menilai penyidikan kasus ini sangat lamban. Dan segarusnya sesuai Peraturan Kapolri, setiap dua bulan kami diberi surat SP2HP, tapi selama ini belum pernah,” bebernya.

Pria yang menjabat Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jawa Timur ini juga meminta agar penyidik melakukan gelar perkara secara internal dan eksternal.

“Dengan dilakukannya gelar perkara, nanti penyidik bisa menilai sendiri yang dapat menguak fakta-fakta tersebut,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus dugaan pemerkosaan ini dilaporkan terjadi pada 26 Mei 2019.

Saat itu korban yang merupakan staf LBH diminta masuk kerja oleh PS dengan dalih untuk keperluan membuat pledoi.

Karena dianggap penting, EDS pun membatalkan niatnya untuk mudik Lebaran. Ia memilih masuk kerja di kantor LBH yang ada di kawasan Kampung Malang Surabaya sesuai permintaan PS.

Baca Juga:  Seleksi pemain, Tira Kabo Kartini siap bersaing di kompetisi sepakbola wanita PSSI

Bebarapa lama saat berada di kantor LBH, PS kemudian menghampiri EDS.

Ketika itu EDS didorong ke sofa dan dipaksa melayani nafsu bejatnya.@rofik