Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Perempuan cantik ini diadili gara-gara kirim roti berisi sabu ke kantor polisi
Dessy Hendry Anggriawan saat menjalani sidang di Pengadilan Negari Surabaya, Senin (12/08/2019). FOTO: ROFIK-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Perempuan cantik ini diadili gara-gara kirim roti berisi sabu ke kantor polisi 

LENSAINDONESIA.COM: Dessy Hendry Anggriawan harus duduk dikursi pesakitan Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (12/08/2019).

Perempuan berparas cantik ini terjerat kasus pidana setelah aksinya aksinya mengirim roti berisi narkoba jenis sabu kepada suaminya yang meringkuk di sel tahanan Polres Bangkalan terendus Polisi.

Dalam sidang dengan agenda keterangan saksi penangkap dari Polsek Tenggilis, Senin siang tadi, terungkap bahwa Dessy ditangkap di rumahnya Jl Sidotopo Wetan Surabaya setelah petugas membekuk Agus Permana (berkas terpisah).

“Saudara terdakwa kami amankan di rumahnya setelah mendapat keterangan dari dari tersangka Agus Permana yang ditangkap terlebih dahulu bahwa sabu itu didapat darinya,” terang saksi.

Terdakwa Agus Permana yang juga dihadirkan sebagai saksi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zulkifli Neto dari Kejari Surabaya membenarkan keterangan saksi penangkap.

“Saya dengan Bagus (DPO) disuruh terdakwa mengirim roti berisi sabu kepada suaminya (Antoni Alexander) yang saat itu mendekam di Polres Bangkalan,” terang saksi Agus yang mengaku mendapat imbalan Rp30 ribu.

Dihadapan mejelis hakim, terdakwa Dessy tidak menampik keterangan saksi. “Iya benar pak hakim, saya yang menyuruh Agus mengantarkan (sabu),” ungkapnya.

Dalam dakwaan, Dessy meminta Agus Permana dan Bagus, mengirim paketan sabu untuk diberikan suaminya Antoni Alexander yang mendekam di Polres Bangkalan karena kasus narkotika.

Poket sabu yang diselipkan dalam roti tersebut, terendus petugas yang menangkap kedua orang suruhan terdakwa saat mengisi BBM di SPBU Jl Sidotopo Surabaya.

Dalam penggeledahaan, polisi menemukan sabun mandi dan paketan sabu 0,62 gram yang terbungkus roti yang hendak dikirim ke tahanan Polres Bangkalan.@rofik

Baca Juga:  Keputusan Menag 982 tahun 2019 mengundang polemik, ini kata Ketua Harian Halal Institute