Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Driver ojol yang gerayangi paha penumpang mengaku pernah mencuri celana dalam wanita
Driver ojek online Fatchul Fauzi (merah) saat diamankan di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (13/08/2019). FOTO: rofik-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Driver ojol yang gerayangi paha penumpang mengaku pernah mencuri celana dalam wanita 

LENSAINDONESIA.COM: Fatchul Fauzi (27) warga Jl Panjang Jiwo Lebar, driver ojek online yang menjadi tersangka dalam kasus pelecehan seksual terhadap seorang penumpang perempuan bernama Bella Fitria (24), diduga mempunyai perilaku sek menyimpang.

Dalam catatan polisi, tersangka yang menggerayangi penumpangnya hingga korban meloncat dari motor ini pernah ditahan di Polres Sidoarjo dalam kasus pencurian celana dalam wanita.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran mengatakan, tersangka merupakan residivis dan pernah dua kali mendekam ditahanan Polres Sidoarjo dalam kasus Pencurian dengan kekerasan dan mencuri celana dalam wanita.

“Tersangka pernah ditahan di Polres Sidoarjo 5 tahun lalu karena mencuri celana dalam perempuan,” terang Sudamiran.

Disinggung tersangka mempunyai kelainan seksual, Sudamiran belum bisa memastikan dan akan memeriksa tersangka kepada psikiater. “Kami belum bisa memastikan, nanti kami akan periksa ke psikiater,” tambahnya.

Tersangka yang terindikasi mempunyai niat jahat melakukan pelecehan dengan membelokan rute perjalanan atas kecantikan korban, mengaku khilaf melakukan hal tersebut.

“Saya memang kagum dengan kecantikannya, dan saya khilaf,” ucap Fatchul Fauzi di Mapolrestabes Surabaya dengan kepala tertunduk.

Sementara dalam aplikasi grab miliknya, tersangka mendaftarkan motor Yamaha Vixion W 2625 OM, sedangkan yang digunakan saat menjalankan aksi kejahatan motor Yamaha Mio Soul W 3415 YA.

Saat ini kedua motor tersebut disita petugas sebagai barang bukti berikit dua buah helm dan satu unit ponsel yang digunakan dalam aplikasi ojek online.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal berlapis yakni pasal 335 KUHP Pasal (1) dengan ancaman pidana 1 tahun penjara dan pasal 281 ayat (1) ke 1E KUHP dengan ancaman pidana 2 tahun penjara.@rofik

Baca Juga:  Terima kunjungan kartar Sampang, Hanafi Rais: Jika DPR didominasi anak muda wajah politik bisa lebih baik