Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Djarum Foundation kerahkan 248 mahasiswa ke Benteng Pendem-Ngawi, ada apa?
(tengah) FX Supanji, Vice President Director Djarum Foundation disaksikan Dandim 0805 Ngawi, Letkol ARH Hany Mahmudhi,SE (kanan) bersama wakil Darling Squad (ujung kiri) saat penanaman pohon di kawasan Benteng Pendem-Ngawi, Jatim, Rabu (14/08/2019). Ist
CSR

Djarum Foundation kerahkan 248 mahasiswa ke Benteng Pendem-Ngawi, ada apa? 

LENSAINDONESIA.COM: Djarum Foundation menggelar penghijauan mengajak kaum millenial di Benteng Van Den Bosh (Benteng Pendem) di berada di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu ( 14/08/2019).

Gerakan penghijauan yang bertema “Siap Sadar Lingkungan” (Siap Darling) ini melibatkan 248 mahasiswa dari Universitas Merdeka Madiun, Politeknik Negeri Madiun, STAI Madiun, STISIP Muhammadiyah Madiun, STKIP Modern Ngawi, UIN Sunan Kalijaga, Unika Widya Mandala, Universitas PGRI Madiun, Universitas Soerjo Ngawi dan IAI Ngawi.

Vice President Director Djarum Foundation, FX Supanji mengatakan, penghijuan di Benteng Pendem ini merupakan bentuk pelestarian bukti sejarah sampai untuk generasi penerus.

“Untuk komplek Benteng Pendem ini, sudah sekitar 130 pohon dan tanaman berbunga ditanam yang didatangkan dari Pusat Pembinaan Tanaman (PPT) Bakti Lingkungan Djarum Foundation di Kudus, Jawa Tengah. Dan untuk penanaman pun kita tak memprioritaskan lokasi, lingkungan tanggung jawab kita. Sedangkan untuk Benteng Pendem ini, adalah nili sejarah yang terpenting, se tidaknya dari sini akan mendulang devisa bagi negara,” paparnya.

Ia menambahkan, untuk penanaman pohon trembesi, itu ada pertimbangan untuk mengikat CO2. Dan itu cukup bisa mengurangi polusi, apalagi yang sudah ditanam di sekitar ruas tol.

“Pohon trembesi mampu menyerap CO2 hingga mencapai 27,5 ton pertahun pada satu pohon yang sudah dewasa. Dan iitu sudah kita tanam mulai dari Merak samoai Banyuwangi yang jaraknya 1.350 km. Jika dari tol Jakarta hingga Surabaya total 700 km. Dan itu oin kuta tanam dan rawat hingga 3 tahun, setelah usia itu tanaman trembesi tersebut sudah bisa survive, untuk Ngawi-Kertosono sudah 10 ribu pohon” terang Supanji.

Sementara itu, Dandim 0805 Ngawi, Letkol ARH Hany Mahmydi, SE menyampaikan, kegiatan yang digelar Djarum Foundation ini sangat positif. Apalagi untuk mengembangkan ekosistem yang ada di Kabuoaten Ngawi, sebab Ngawi merupakan daerah pertanian.

Baca Juga:  Ombudsman RI: "Sanksi untuk penunggak BPJS Kesehatan kekuatan hukumnya lemah!"

“Adanya penghijauan yang digelar Dajrum Foundation ini akan memperbanyak kandungan dan penyerapan air. Dengan demikian, ekosistem di Ngawi akan menjadi sejuk, asri sehingga akan mempercantik ekosistem di kabupaten Ngawi tentunya.

Program “Siap Darling” bekerjasama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya berkomitmen menghijaukan berbagai situs budaya di Indonesia. Sebelumnya, melalui program Candi Darling, penghijauan sudah dijalankan di kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta pada akhir Juni lalu. “Siap Darling” membuka kesempatan bagi para Mahasiswa untuk terlibat dalam program selanjutnya.@Eld-Licom