Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Proyek Ancol tertunda, Crown Group lebih pilih kembangkan properti Australia lagi
Ilustrasi proyek Ancol yang rencana bakal digarap Crown Group.ist
EKONOMI & BISNIS

Proyek Ancol tertunda, Crown Group lebih pilih kembangkan properti Australia lagi 

LENSAINDONESIA.COM: Crown Group, pengembang properti besar asal Australia kini lebih memfokuskan diri untuk pengerjaan proyek di Australia dibanding proyek 8 menara yang direncanakan berdiri di kawasan Ancol.

Bagus Sukmana, General Manager Strategic & Corporate Communications Crown Group Indonesia menyatakan penolakannya saat dikonfirmasi detail terkait proyek Ancol tersebut.

“Proyek Ancol memang masih dalam proses dan belum dipasarkan. Kami akan sampaikan perkembabgan dan kabar terakhirnya nanti jika sudah siap,” papar Bagus di Surabaya, Selasa (13/08/2019).

Ia menambahkan, perkembangan properti di Australia khususnya di Sydney sedang pesat. Selain itu, juga tak berpengaruh terhadap lambannya ekonomi global.

“Saat kampanye pemasaran global untuk produk Mastery by Crown di Sidney, tekah berhasil mencatat transaksi senilai Rp 400 miliar hanya beberapa jam. Pemasaran global ini serentak di Jakarta, Surabaya, Shanghai, Hongkong dan Singapura serta Tokyo,” tandas Bagus.

Mastery by Crown, merupakan produk hunian ikonik di kawasan Waterloo. Unit ini juga dikembangkan dengan kemitraan dengan Mitsubishi Estate Group yang menampilkan 368 unit apartemen mewah dan ditarget selesai di tahun 2021.

Sedangkan proyek di Ancol, saat dirilis akhir Juli 2019 lalu, dirancang oleh arsitek kelas dunia, Koichi Takada.

Proyek tersebut terinspirasi dari keindahan kepulauan Wayag di Papua merupakan hunian vertikal ikonik yang menggabungkan konsep beach house, hunian vertikal, hotel bintang lima serta pusat kuliner.

Proyek hunian vertikal ini satu-satu nya akan menjadi proyek hunian di Jakarta dengan akses langsung ke pantai dan laut Jawa dengan konsep dermaga yang tak sekedar mampu mengakomodir kapal-kapal pesiar untuk bersandar, juga berfungsi sebagai fasilitas publik untuk menikmati keindahan matahari terbenam di utara Jakarta.

Dibangun di atas lahan seluas 4,7 hektar dengan konsep Luxury Water Front Living, hunian vertikal ini merupakan wujud dari kawasan waterfront Sydney yang terkenal di dunia seperti darling harbour dan circular quay dalam pembangunan hunian vertikal mixed-use dengan konsep Water Front pertama di Jakarta.@Eld-Licom

Baca Juga:  Pabrik polietilena baru di Cilegon akan dikembangkan lagi untuk kurangi ketergantungan impor