Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Pemeran utama Film Perburuan harus banyak baca novelnya
Michael Kho, pemeran Shidokan, seorang Tentara Jepang di Film Perburuan.ist
Entertain

Pemeran utama Film Perburuan harus banyak baca novelnya 

LENSAINDONESIA.COM: Memainkan peran di Film Perburuan yang ditayangkan Kamis, (15/08/2019), rupanya cukup memberikan pengalaman berharga bagi para aktornya. Film yang di sutradari Richard Oh ini merupakan bentuk visual dari novel karya Pramoedya Ananta Toer.

Michael Kho, pemeran Shidokan, seorang Tentara Jepang di Film Perburuan mengatakan, butuh persiapan matang sebelum berperan. Selain memahami dua novel karya Pramoedya, membaca buku Encyclopedia of Indonesia in the Pacific War karya Peter Post dan buku The Rape of Nanking juga diperlukan.

“Kebetulan saya membaca karya pram itu novel Bumi Manusia dan Perburuan, kebetulan dua-duanya,” ujar Michael dalam keterangan resmi yang diterima Lensaindonesia.com.

Ia menambahkan, film Perburuhan ini cukup mengedukasi bagi masyarakat. Setiap cerita menggambarkan betapa beratnya sebuah perjuangan untuk lepas penindasan penjajah.

“Kemerdekaan itu saya rasa harganya sangat mahal. Menonton film ini mengingatkan saya kembali, merdeka itu butuh perjuangan sangat bebas walaupun hanya merdeka dalam berfikir,” tegasnya.

Di lain sisi ia menjelaskan, pertemuannya dengan Richard Oh merupakan pertemuan yang diatur oleh Tuhan. Awalnya Michael Kho datang ke Reading Room untuk membicarakan tesisnya sambil mencari – cari buku.
“Sesampai disana, Richard Oh memberikan kontak casting director dan langsung meminta Michael Kho untuk ikut audisi dalam film Perburuan. Dan akhirnya saya menghubungi casting directornya dan melakukan proses audisi menjadi Shidokan, dan saya lolos, papar Michael.

Sebagaimana diketahui, Michael Kho adalah seorang aktor berkebangsaan Indonesia yang telah memenangan penghargaan tingkat Asia sebagai Best Supporting Actor in Asian Academy Creative Awards (AAA) di tahun 2018 silam.

Sementara itu, Sutradara Film Perburuan, Richard Oh , menjelaskan, karya perburuan meupakan sebuah kolaborasi dengan banyak orang. Pihaknya bekerja sepenuh hati, berdedikasi tinggi untuk karya seorang Pramoedya Ananta Toer.

Baca Juga:  DeDurian Park, lokasi shooting Cak Sodik Monata promosikan kota Jombang

“Kami ingin setelah ini, selain menonton filmnya, temen-teman yang lainnya akan terpicu untuk membaca juga karya-karyanya,” pungkas Richard Oh.@eld-Licom