Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Pasca penyerangan Polsek Wonokromo, polisi Surabaya Siaga 1
Pelaku penyerangan tergeletak di dalam Mapolsek Wonokromo
HEADLINE

Pasca penyerangan Polsek Wonokromo, polisi Surabaya Siaga 1 

LENSAINDONESIA.COM: Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho menyatakan Siaga 1, pasca aksi penyerangan terhadap Polsek Wonokromo yang dilakukan Imam Mustofa (30) warga Dusun Karang Jati, Desa Telaga, Gading, Sumenep, Madura. Dua anggota, Aiptu Agus dan Briptu Febian akibat diserang sajam oleh pelaku yang diduga terkait jaringan JAT.

Dalam surat edaran yang disebar ke seluruh Polsek jajaran, Kapolrestabes Surabaya memerintahkan agar anggotanya melakukan pengamanan markas komando (Mako) dan petugas jaga agar dilengkapi senjata laras panjang dan pendek.

“Siagakan Mako, perketat pengawasan terhadap kendaraan dinas, dan petugas jaga dilengkapai senjata laras panjang dan pendek,” ujar Kombes Sandi dalam surat edarannya.

Kapolrestabes juga memerintahkan agar seluruh anggota jajaran agar tidak melaksanakan tugas sendirian. “Anggota yang bertugas harus saling mengawasi (Buddy sistem) serta melengkapi diri dengan senjata,” tambahnya.

Untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan, Kombes Sandi memerintahkan seluruh Polsek jajaran untuk dilakukan sistem buka tutup dengan satu pintu.

“Melakukan penutupan portal pada pukul 22.00 WIB, dan mewajibkan kepada seluruh pengunjung untuk meninggalkan identitas. Yang penting juga, segera mengajukan back up personil bila sewaktu-waktu butuh perkuatan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua anggota Polsek Wonokromo yakni Aiptu Agus dan Briptu Febian diserang oleh Imam Mustofa yang diduga kuat tergabung JAT.

Pelaku berpura-pura membuat laporan ke SPKT, lalu menyerang petugas menggunakan celurit sebelum dilumpuhkan dengan tembakan. @rofik

Baca Juga:  BPK minta Dirut Pertamina setor Rp 234,82 miliar untuk negara, ada apa?