Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Penghuni asrama Kalasan Surabaya penganut gerakan sparatis Papua dan tidak berstatus mahasiswa?
Ratusan warga mengepung asrama mahasiswa Papua di Jl Kalasan Surabaya, Jumat (16/08/2019). FOTO: ROFIK-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Penghuni asrama Kalasan Surabaya penganut gerakan sparatis Papua dan tidak berstatus mahasiswa? 

LENSAINDONESIA.COM: Mayoritas penghuni asrama mahasiswa Papua di Jl Kalasan nomor 10, Tambaksari, Surabaya disebut bukan Mahasiswa.

Camat Tambaksari Ridwan Mubarun mengungkapkan, penghuni asrama yang berjumlah sekitaran 30 pemuda-pemudi tersebut, mayoritas tidak lagi berstatus mahasiswa.

“Mayoritas dari mereka bukan bagian dari mahasiswa lagi. Dan mereka merupakan pemuda yang sudah menganut paham separatis,” terang Ridwan saat ditemui di Jl Kalasan, Jumat (16/17/2019).

Menurut Ridwan, pihaknya selama ini tidak dapat melakukan pendataan terhadap mereka, karena mendapat penolakan penghuni Wisma yang berada di dalam naungan Pemprov Papua tersebut.

“Hingga saat ini kami belum bisa masuk melakukan pendataan, karena mendapat penolakan dari mereka,” jelasnya.

Disinggung apakah pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pemprov Papua, Ridwan mengaku selalu membuat laporan ke atasannya untuk dilakukan tindak lanjut.

“Kalau sampai ke sana tidak. Saya tetap melaporkan ke atasan (Pemkot), dan dari laporan kami mungkin sudah dilakukan koordinasi,” ungkapnya lebih lanjut.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho yang meninjau lokasi menyatakan akan melakukan pendataan terhadap penghuni wisma untuk mengetahui mereka berstatus mahasiswa atau bukan.

“Nanti kami akan melakukan pendataan terlebih dajulu. Baru setelah itu kami koordinasikan dengan pihak terkait untuk dilakukan tindak lanjut,” ujar Sandi.

Disinggung terkait akan dilakukan evakuasi terhadap penghuni seauai permintaan masyarakat, Sandi menyatakan, pihaknya tetap akan melakukan pengamanan.

“Kami tetap akan melakukan langkah seauai koridor hukum yang berlaku dengan kesetaraan hukum terhadap semua masyarakat. Mereka adalah bagian dari kita semua, bagian dari masyarakat Indonesia,” paparnya.

“Kami lihat situasinya dulu, yang pasti kami akan melakukan pengamanan dan perlindungan sesuai fungsi dan tugas Polri,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, asrama mahasiswa Papua di Jl Kalasan nomor 10 Surabaya digeruduk ratusan warga pada Jumat (16/08/2019).

Baca Juga:  Pemkot Surabaya sulap rawa jadi taman Mozaik yang instagramable

Aksi warga ini dipicu adanya perobohan dan pembuangan bendera merah putih di depan asrama ke dalam selokan.

Pembuangan bendera tersebut diduga dilakukan oleh oknum mahasiswa asal Papua yang tinggal di asrama.@rofik