Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Bendera Indonesia dibuang di selokan, 43 penghuni wisma mahasiswa Papua digelandang ke Mapolrestabes Surabaya
Puluhan orang penghuni wasma mahasiswa Papua dievakuasi petugas Polrestabes Surabaya, Sabtu (17/08/2019). FOTO: ROFIK-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Bendera Indonesia dibuang di selokan, 43 penghuni wisma mahasiswa Papua digelandang ke Mapolrestabes Surabaya 

LENSAINDONESIA.COM: Petugas Polrestabes Surabaya mengevakuasi paksa 43 orang dari asrama mahasiswa Papua di Jl Kalasan 10 Surabaya ke Mapolrestabes, Sabtu (17/08/2019).

Evakuasi paksa tersebut dilakukan lantaran penghuni wisma yang sebagian besar tidak berstatus mahasiswa itu menolak keluar untuk dimintai keterangan terkait kasus perobohan dan pembuangan bendera merah putih ke selokan pada Jumat (16/08/2019) kemarin.

Petugas sempat bertemu dengan perwakilan penghuni wisma. Informasinya, sebagian basar penghuni asrama tersebut sudah tidak berstatus mahasiswa dan diduga sebagai separtis. Meski sudah dilakukaj dialog mereka tetap menolak keluar dan memilihbtetap bertahan di dalam asrama.

“Kami mempunyai hak untuk tetap tinggal di sini, dan kami bukan maling,” ungkap salah satu perwakilan.

Atas penolakan tersebut, sejumlah personel Brimob Polri yang disiagakan pun lalu melakukan pendobrakan pagar yang terkunci dari dalam. Petugas juga terpaksa melepaskan tembakan gas air mata lantaran para penghuni Wisma Kalasan tersebut tidak bergeming.

Tembakan gas air mata tersebut membuat penghuni asrama yang sempat berkumpul di teras kocar-kacir lari ke dalam asrama.

Petugas pun langsung melakukan pengaman dan membawa mereka ke Mapolrestabes Surabaya.

Waka Polrestabes Surabaya AKBP Leonard Simarmata mengatakan, pihaknya mengamankan penghuni asrama guna mengantisipasi adanya tindakan yang tidak diinginkam dari masyarakat yang terus melakukan pengepungan.

“Kami amankan 43 penghuni asrama Wisma Mahasiswa Papua, yang terdiri dari 40 pria dan 3 wanita,” terang Simarmata.

“Mereka akan kami mintai keterangan terkait dengan pembuangan bendera merah putih yang merupakan lambang Negara,” tambahnya.

Diainggung apakah sudah diketahui pelaku pembuangan bendera, Simarmata menyatakan masih melakukan penyelidikan dan telah memintai beberapa saksi-saksi.

“Masih kami lakukan penyelidikan dan kami telah memintai keterangan saksi-saksi. Yang pasti kami melakukan pengamanan dulu,” pungkasnya.@rofik

Baca Juga:  Empat Perguruan Tinggi berebut juara Liga Mahasiswa Volleyball Grup Timur