Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Pasangan suami istri dan seorang balita jadi korban kekerasan Bonek di Surabaya
Seorang balita anak Firman warga Guluk Guluk, Kabupaten Sumenep turut menjadi korban kekerasan Bonek di Surabaya, Sabtu (17/08/2019). FOTO: ROFIK-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Pasangan suami istri dan seorang balita jadi korban kekerasan Bonek di Surabaya 

LENSAINDONESIA.COM: Firman warga Guluk Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, bersama istri dan anaknya yang masih balita menjadi korban ratusan suporter Persebaya Surabaya, Sabtu siang (17/08/2019).

Kekerasan tersebut terjadi saat para Bonek (suporter Persebaya) melakukan sweping terhadap beberapa kendaraan di Jl Kenjeran, Surabaya sekitar pukul 01.30 WIB.

Firman mengungkapkan, saat ini dirinya bersama istri dan anak perempuannya yang masih bayi hendak pergi ke Jember untuk menemui kerabatnya. Nahas, saat melintas di Jl Kenjeran, mobil Daihatsu Xenia P 1030 GD warna hitam yang dikendarainya dikepung ratusan pemuda berkaos Bonek Persebaya.

Tanpa alasan yang jelas, para Bonek tersebut lalu menggedor-gedor mobil Firman.

“Bersama istri dan anak saya masih balita, rencananya mau ke Jember bersilaturahmi ke famili. Sesampainya di Jl Kenjeran ada sekelompok pemuda berseragam Persebaya melakukan penghadangan dan menggedor-gedor mobil saya,” ungkap Firman saat dihubungi melalui telepon, Sabtu malam.

Saat itu, lanjut Firman, para Bonek menggedor-gedor sambil berteriak meminta dibukakan pintu mobil.

“Kami takut terjadi apa-apa, apalagi anak kami masih bayi. Setelah ada kesempatan saya langsung tancap gas, dan ternyata mereka mengejar menggunakan motor sambil melempar menggunakan batu,” katanya.

Sesampainya di Jl Gemblongan, para Bonek yang melakukan pengejaran langsung melempari mobil Firman dengan batu hingga kacanya pecah.

Mobil Firman warga Guluk Guluk, Kabupaten Sumenep rusak akibat dilempati batu Bonek di Surabaya, Sabtu (17/08/2019). FOTO: ROFIK-LICOM

Bukan hanya itu, istri dan anak Firman yang masih balita sampai mengalami luka-luka akibat terkena pecahan kaca.

“Anak kami mengalami luka di wajah akibat pecahan kaca mobil, dan istri mengalami luka di belakang kuping. Saya sendiri juga mengalami luka memar di badan akibat lemparan batu,” paparnya lebih lanjut.

Mobil Firman warga Guluk Guluk, Kabupaten Sumenep rusak akibat dilempati batu Bonek di Surabaya, Sabtu (17/08/2019). FOTO: ROFIK-LICOM

Warga sekitar yang mengetahui hal tersebut, membantu pasangan suami istri ini dan korban dilarikan ke klinik terdekat untuk mendapat pengobatan.

Baca Juga:  BPK minta Dirut Pertamina setor Rp 234,82 miliar untuk negara, ada apa?

Meski keluarganya menjadi korban kekerasan, namun Firman enggan melaporkan peristiwa yang menimpanya ke pihak berwajib.

“Bukan kami tidak percaya dengan polisi mas, tapi saya kira percuma, karena pelaku tidak akan tertangkap dan kami lebih memilih berobat,” pungkasnya.@rofik